Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Jasa Raharja Latih 40 Pengemudi

Kepala Dishub Riau, Rahmad Rahim menyarankan sopir angkutan umum melaksanakan shalat sunat bagi muslim sebelum berangkat mengemudi

Penulis: Afrizal | Editor: M Iqbal
TribunPekanbaru/Afrizal
Diklat untuk pengemudi 

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Afrizal

TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU -Kepala Dinas Perhubungan Riau, Rahmad Rahim menyarankan sopir angkutan umum melaksanakan shalat sunat bagi muslim sebelum berangkat mengemudi. Saran ini disampaikannya dihadapan 40 awak angkutan umum yang mengikuti pelatihan dan pendidikan pengemudi, Senin (14/3/2016). Berlangsung di Hotel Pesonna, diklat yang digelar PT (Persero) Jasa Raharja ini mencoba membekali para awak angkutan.

Saran Rahmad ini bukan tanpa alasan. Menurutnya menjadi pengemudi angkutan umum bukanlah pekerjaan mudah. Selain harus memiliki pengetahuan tentang kendaraan dan lalu lintas, pengemudi atau awak angkutan harus punya sikap toleran. Melakukan perjalanan berkendara sama halnya maju ke medan perang. Resiko yang ditanggung sangat besar.

Analisa statistik, lanjut Rahmad, kecelakaan paling banyak akibat faktor pengemudi. Ini disebabkan faktor kontrol pengemudi sehingga perhatian terlepas dari penguasaan pengemudi, kemampuan jaga jarak, hingga kurangnya antisipasi pengemudi akibat kelelahan maupun kurang tangkas menghadapi reaksi tiba-tiba.

Namun, faktor manusia ini tidak muncul tiba-tiba. Ada potensi perilaku dalam diri. Potensi ini dibentuk sikap yang dipengaruhi pengalaman dan pendidikan. Tapi ada juga pengemudi yang suka ambil resiko.

"Saya sarankan saudara-saudara yang muslim lakukan salat sunat safar sebelum berangkat sehingga akan mendatangkan daya sabar," ujarnya.

Kepala Cabang PT (Persero) Jasa Raharja Riau, Isman Danial menuturkan, melalui diklat dua hari ini diharapkan para awak angkutan umum bisa menyerap maksimal materi yang disampaikan. Diharapkan kegiatan ini bisa terus berkelanjutan sehingga semakin banyak awak angkutan umum yang dididik sehingga Riau bisa menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas terutama angkutan umum.

Diklat ini, merupakan langkah preventif menurunkan tingkat kecelakaan lalu lintas. Isman berharap terjadi perubahan prilaku menjadi lebih baik dalam berkendara dan berlalu lintas. Melalui pelatihan dua hari tersebut, bisa menambah pengetahuan dan meningkatkan kesadaran pengemudi dan awak angkutan umum dalam membudayakan tertib berlalu lintas.

Dituturkan Isman, dua bulan awal 2016 ini pembayaran santunan mencapai Rp 5,64 miliar lebih. Angka ini naik 1,30 persen dibandingkan periode serupa 2015. Tahun lalu, periode yang sama hanya Rp 5,57 miliar lebih atau ada peningkatan tahun ini Rp 72,67 juta.

Meskipun meningkat, menurut Isman bukan berarti angka kecelakaan ikut naik di Riau. Bisa jadi tingkat fatalitas kecelakaan lebih besar. Selain itu santunan yang dibayarkan bukan saja kecelakaan yang terjadi di Riau. PT Jasa Raharja juga membayarkan santunan bagi korban kecelakaan yang ahli warisnya berada di Riau. (*)

Baca selengkapnya di Harian Tribun Pekanbaru edisi BESOK. Simak lanjutannya di www.tribunpekanbaru.com. Ikuti Video Berita di www.tribunpekanbaru.com/video

FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru dan LIKE Halaman Facebook: Tribun Pekanbaru

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved