Jelang Kejurda, FPTI Meranti Latihan Di Tembok Rumah
Atlet kita jadi ragu-ragu saat memanjat. Jadi mereka tidak lepas dan akhirnya kurang fokus.
Penulis: Guruh Budi Wibowo | Editor: Muhammad Ridho
Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Guruh BW
TRIBUNPEKANBARU.COM, SELATPANJANG - Menjelang pelaksanaan Kejuaraan Daerah (Kejurda) Panjat Tebing Provinsi Riau di Pekanbaru bulan Mei mendatang, Pengurus Cabang (Pengcab) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kepulauan Meranti masih kebingungan menyiapkan sarana latihan atlet.
Meskipun belum memiliki papan panjat sendiri, Pengcab terus berupaya mensiasati kekurangan tersebut, salah satunya dengan membuat sarana boulderan di dalam ruangan (indoor). Sarana itu memanfaatkan dinding ruang sekretariat FPTI yang notabene masih menumpang di rumah Ketua Umum, Hardiyanto, di Jalan Banglas Selatpanjang. Sarana ini merupakan swadaya, para pengurus menjadikan tembok dan plafon rumahnya sebagai sarana panjat tebing.
"Walau kurang representatif, tapi setidaknya kita punya sarana latihan buat atlet," kata Hardiayanto.
Hanya saja menurutnya sarana boulderan itu tidak bisa maksimal digunakan oleh para atlet untuk latihan karena belum dilengkapi dengan matras atau alas bagi atlet jika terjatuh saat memanjat. Hal itu, kata pria yang akrab dipanggil Anto ini, masih menjadi kendala bagi pengurus karena keterbatasan anggaran untuk pengadaan matras tersebut.
"atlet kita jadi ragu-ragu saat memanjat. Jadi mereka tidak lepas dan akhirnya kurang fokus. Matras itu ukurannya 1x2 meter, harga satuannya lebih kurang Rp 1,7 juta. Kita butuh sekitar 6 buah," ujarnya.
Baca selengkapnya di Harian Tribun Pekanbaru edisi BESOK. Simak lanjutannya di www.tribunpekanbaru.com. Ikuti Video Berita di www.tribunpekanbaru.com/video
FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru dan LIKE Halaman Facebook: Tribun Pekanbaru
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/ilustrasi-tribun_20160316_140209.jpg)