Gerakan Gempur Narkoba di Riau

Gunakan 4 Wanita Muda, Napi Kendalikan Bisnis Narkotika dari Lapas Pekanbaru

RN mengendalikan peredaran barang haram dengan telepon genggam. Padahal, sejumlah telepon seluler telah disita saat razia di Lapas Klas II A Pekanbaru

Gunakan 4 Wanita Muda, Napi Kendalikan Bisnis Narkotika dari Lapas Pekanbaru
TribunPekanbaru/MelvinasPriananda
Petugas menggiring tersangka dalam gelar perkara peredaran narkotika dan obat terlarang di Kantor Badan Narkotika Provinsi Riau, Senin (21/3/2016). BNN berhasil mengamankan enam tersangka saat mengungkap peredaran sabu-sabu seberat lebih dari 3 kilogram serta ekstasi sebanyak 1500 butir yang dikendalikan dari lembaga pemasyarakatakan kelas II A Pekanbaru. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Dikurung di balik jeruji penjara dengan hukuman 20 tahun, tak membuat kapok terpindana kasus narkotika berinisial RN. Namanya disebut Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Riau sebagai otak jaringan pengedar narkoba jenis sabu-sabu dan ekstasi dengan barang bukti berupa 3,1 kilogram sabu dan ribuan ekstasi senilai Rp 5 miliar.

Bisnis haram itu dikendalikan RN dari penjara dengan menggunakan telepon seluler.

Melalui operasi yang digelar selama tiga hari pekan lalu, jaringan itu berhasil digulung BNNP Riau, dengan menangkap tangan kanannya, berinisial EK, dan empat kaki tangan yang semuanya perempuan yakni ND, WI, IN, dan AY. Sebelumnya, petugas menangkap seorang pengguna narkotika berinisial SR di Air Molek, Indragiri Hulu.

Para tersangka tersebut diringkus dari lokasi berbeda. “Mereka masih cukup muda, berusia sekitar 21-25 tahun," ujar Kepala BNN Riau Kombes Ali Pranaka dalam gelar perkara di kantornya, Jl Pepaya, Pekanbaru, Senin (21/3/2016).

“Dari pengungkapan tersebut petugas mengamankan 3.100,93 gram atau 3,1 kilogram sabu-sabu dan 1.567 butir pil ekstasi," ujarnya.

Operasi dimulai Kamis pekan lalu, bermula dari tertangkapnnya seorang perempuan pengguna narkotika berinisial SR. Saat diamankan petugas, ia kedapatan menggunakan narkotika jenis sabu-sabu. Kendati demikian, di kediamannya tidak ditemukan barang bukti. Dari sinilah, penelusuran asal narkotika yang dikonsumsinya tersebut dilakukan.

Dari SR, petugas selanjutnya menemukan keterkaitannya dengan narapidana RN yang tengah menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Pekanbaru. Menggunakan telepon genggam SR, polisi memesan sabu-sabu kepada RN. Ternyata, pesanan itu direspon oleh RN.

"Tim berangkat ke Pekanbaru pukul 11 malam untuk memancing napi (RN), ternyata direspon. Dia meminta EK mengantar pesanan. EK menyerahkan ke saudara ND dan WI untuk diserahkan kepada SR selaku pemesan," papar Kombes Ali Pranaka.

Tersangka ND diamankan di Jl Karya Bakti, Panam, Pekanbaru, bersama tersangka WK. Dari kedua perempuan itu, petugas mendapatkan nama EK yang kemudian ditangkap di depan sebuah minimarket di Jl Delima, Pekanbaru.

Tim BNNP Riau kemudian bergerak ke Kabupaten Kampar, tepatnya Kampung Pinang, yang berada di jalan lintas Pekanbaru-Kuantan Singingi, untuk menangkap IN dan AY. Keduanya juga perempuan. Di sinilah petugas berhasil menyita 3,1 kilogram sabu-sabu serta ribuan bungkus plastik serta timbangan digital.

Halaman
12
Editor: harismanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved