Ruang Kelas Berdinding Papan di SDN 163 Pekanbaru Ini Ternyata Dulunya Rumah Penjaga Sekolah

Ruang kelas Sekolah Dasar (SD) Negeri 163 yang berdinding papan dan berada disamping toilet sekolah, ternyata dulunnya merupakan rumah penjaga sekolah

Ruang Kelas Berdinding Papan di SDN 163 Pekanbaru Ini Ternyata Dulunya Rumah Penjaga Sekolah
TribunPekanbaru/SyaifulMisgio
Ruang kelas SD Negeri 163 yang berdinding papan dan berada disamping toilet sekolah, ternyata dulunnya merupakan rumah penjaga sekolah. Sejak tahun 2012 lalu rumah penjaga sekolah ini disulap menjadi ruang kelas. 

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Syaiful Misgiono

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Ruang kelas Sekolah Dasar (SD) Negeri 163 yang berdinding papan dan berada disamping toilet sekolah, ternyata dulunnya merupakan rumah penjaga sekolah. Sejak tahun 2012 lalu rumah penjaga sekolah ini disulap menjadi ruang kelas. Tidak heran jika ruangan ini tampak tidak seperti ruang kelas pada umunnya.

Menurut keterangan pihak sekolah, rumah penjaga sekolah tersebut terpaksa disulap menjadi ruang kelas karena terbatasnya ruang kelas yang dimiliki oleh sekolah tersebut. Saat ini sekolah yang sudah berdiri sejak tahun 1995 ini memiliki siswa sebanyak 864 orang dan 32 tenaga pengajar.

"Kita punya 10 ruangan kelas. Salah satunya yang dindingnya masih papan itu. Jumlah siswa yang ada tidak sebanding dengan ruang kelas yang ada. KIta terpaksa menggunakan rumah penjaga sekolah itu untuk ruang kelas,"kata Wakil Kepala SD Negeri 163 Pekanbaru Heriawan kepada Tribun, Kamis (24/3) saat menujukkan kelas berdinding papan tersebut.

Seperti diketahui, salah satu ruang kelas Sekolah Dasar Negeri (SDN) 163 Pekanbaru yang berada di Jalan Subrantas Kecamatan Tampan ini salah satu ruang kelasnya masih berdindingkan papan. Bangunan berkururan sekitar 8x6 meter ini merupakan ruang kelas untuk siswa kelas 5. Ruang kelas yang dindingnya terbuat dari papan dan tidak memiliki plafon ini menampung sebanyak 38 siswa.

Selain dindingnya yang terbuat dari papan, kondisi bangku siswa juga terlihat sudah tidak layak. Beberapa terlihat sudah tidak ada sandaranya lagi. Bahkan bangku didalam ruang kelas ini tidak seragam. Ada yang terbuat dari kayu ada juga yang dari plastik.

Lebih parahnya lagi, bangunan kelas 5 yang terbuat dari papan ini berada persis disamping toilet sekolah. Bahkan antara antara dinding toilet dengan dinding bangunan ruang kelas ini berdempetan. Tidak heran jika pada siang hari saat terik matahari panas bau pesing yang menyengat masuk kedalam ruang kelas ini.(*)

Baca Selengkapnya di Harian Tribun Pekanbaru edisi BESOK. Simak lanjutannya di www.tribunpekanbaru.com. Ikuti Video Berita di www.tribunpekanbaru.com/video

FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru dan LIKE Halaman Facebook: Tribun Pekanbaru

Penulis: Syaiful Misgio
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved