Senin, 27 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Ada 29 Kasus Kekerasan Terhadap Anak dan Perempuan Sepanjang 2016 di Pekanbaru

Ada 29 kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di Pekanbaru sepanjang 2016. 70 persen diantaranya kekerasan seksual pada anak

Penulis: Syahrul | Editor: M Iqbal
Skynews.com.au
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Syahrul Ramadhan

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Satgas Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Pekanbaru mengatakan, ada 29 kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di Pekanbaru sepanjang 2016.

Sekitar 70 persen dari jumlah tersebut, adalah kekerasan terhadap anak dalam bentuk kekerasan seksual.

Disampaikan oleh Ketua Satgas P2TP2A Kota Pekanbaru, Helda Khasmy, Senin (28/3/2016‎), pelecehan seksual sudah termasuk kedalam kategori kekerasan seksual. Ia menilai, Pekanbaru sangat rawan terhadap perkembangan anak setelah mengingat tingginya angka kasus tersebut.

"Ada 29 kasus kekerasan melibatkan anak dan perempuan. Angka itu didominasi dengan anak sebagai korbannya. Hal ini tentu berdampak pada status Kota Pekanbaru sebagai kota layak anak," ungkapnya.

Ia menerangkan, sejak beberapa tahun belakangan, pihaknya sudah berusaha memperjuangkan pembentukan kebijakan yang berpihak terhadap perlindungan anak dan perempuan. Menurut Helda, kebijakan tersebut amat dibutuhkan mengingat anak sebagai subjek paling lemah dalam keluarga.

"Kebijakan tersebut jelas amat diperlukan. Terutama, bagi perlindungan anak sebagai subjek paling lemah di dalam keluarga," sampainya.

Helda berharap, agar pemerintah mau memberikan perlindungan terhadap anak dengan lebih baik. Serta, mendukung program perlindungan tersebut dengan instrumen kebijakan yang sama baiknya.

Dengan demikian, angka kekerasan terhadap anak dapat ditekan. "Tanpa adanya tindakan tegas dari pemerintah, angka kekerasan terhadap anak dan perempuan akan terus meningkat," ungkap Helda.

"Terutama, ketegasan dari segi aturan hukum. Dimana ada penempatan sanksi tegas bagi pelaku kekerasan terhadap anak dan perempuan," tandasnya. (*)

Baca selengkapnya di Harian Tribun Pekanbaru edisi BESOK. Simak lanjutannya di www.tribunpekanbaru.com. Ikuti Video Berita di www.tribunpekanbaru.com/video

FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru dan LIKE Halaman Facebook: Tribun Pekanbaru

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved