Pemadaman Listrik Bergilir Hingga 12 Jam Resahkan Warga
“Anak kami tak bisa belajar malam tadi. Tiga malam sebelumnya berturut-turut juga anak saya tak bisa belajar," kata Rita, warga Jalan Delima, Panam
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pemadaman listrik bergilir beberapa hari belakangan ini meresahkan warga di sejumlah kawasan Kota Pekanbaru. Tak tanggung-tanggung, pemadaman berlangsung hingga 12 jam dan tentunya sangat menganggu aktivitas masyarakat.
Apalagi sebentar lagi anak-anak mereka akan mengikuti ujian nasional (UN). “Anak kami tak bisa belajar malam tadi. Tiga malam sebelumnya berturut-turut juga anak saya tak bisa belajar," kata Rita, warga Jalan Delima, Panam, Pekanbaru, kepada Tribun, Rabu (30/3/2016).
Dijelaskannya, pada Senin (28/3) siang listrik padam sejak pagi, mulai pukul 08.00, dan berlangsung hingga pukul 18.00 WIB. Keesokan harinya, Selasa malam, PLN ‘berulah’ lagi, memadamkan listrik dari pukul 18.00 hingga 22.00.
"Kita heran, kok bertambah buruk pelayanan PLN. Alasannya itu-itu aja. Manajemen beban, debit air kurang dan sebagainya. Sementara warga bayar tiap bulan tak pernah berkurang," tambah Nurul, ibu rumah tangga, warga Tampan.
Bella, juga ibu rumah tangga, mengaku kecewa dengan pelayanan PLN. "Hampir seharian padamnya, bayangkan bagaimana kami tidak kesal," keluhnya.
Memang tidak ada peralatan elektronik di rumahnya yang rusak karena pemadaman tersebut. "Tidak ada yang rusak, tapi isi kulkas saya meleleh. Cucian menumpuk, mesin cuci tak bisa digunakan," ujar warga Panam itu.
Bella lantas mempertanyakan kebijakan PLN tersebut. Kata dia, pada saat kekeringan, pemadaman listrik dilandasi alasan debit air waduk PLTA Koto Panjang turun drastis. “Saat musim hujan seperti saat ini apa lagi yang menjadi alasan PLN?” ujarnya.
"Seharusnya PLN memberikan subsidi kepada masyarakat untuk pembelian genset. Sudahlah tarif listrik mahal, naik terus ditambah mati lampu pula," sindirnya.
Senada, Yanti mengatakan, “Seharian padam, kan tidak masuk akal. Apa alasannya? Kita bayar listrik, tagihan selalu tepat waktu, sekarang balasannya kok ya malah listriknya padam lama begini, tadi hampir seharian," lanjutnya.
Yang paling membuat Yanti kesal, kemarin listrik sempat menyala pada pukul 18:00 WIB, tapi kemudian kembali padam lagi pukul 20:11 WIB.
Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Sigit Yuwono mengatakan, persoalan ini selalu berulang. Harusnya, kata dia, jika ada pemadaman bergilir, diberi waktu jeda. Jangan sampai seharian atau berjam-jam yang tidak jelas. Karena itu sangat merugikan masyarakat. Apalagi aktivitas masyarakat banyak bergantung pada listrik.
"Sekarang kok semakin parah, ada apa ini? Harusnya cari solusi yang tepat. Kalau dibilang alasannya perawatan peralatan, itu rutin setiap tahunnya," tuturnya.
Komisi IV DPRD Pekanbaru mengagendakan pemanggilan manajemen PLN Pekanbaru dalam waktu dekat ini. "Kita akan pertanyakan kenapa sampai pemadaman berjam-jam ini," tegasnya.
Rugikan pelaku usaha
Seorang pemilik usaha binatu atau laundry di Panam, Pekanbaru, yakni Ronal mengungkapkan kegundahannya kepada Tribun. Usaha laundry kecil-kecilan yang dijalaninya menjadi terganggu gara-gara listrim padam dalam waktu yang lama belakangan ini.
"Pakaian pelanggan saya tidak tercuci, rugi jadinya," keluh Ronal.
Yang paling mengesalkan, upayanya menggaet pelanggan baru berantakan. "Kalau listrik padam, ya tidak bisa apa-apa lagi. Ada konsumen yang perlu bajunya sesuai jadwal tidak bisa kita penuhi. Kalau begini mau diapakan lagi, besoknya dia enggak ke sini lagi. Saya jadinya iba hati, pelanggan hilang satu," tuturnya.
Ronal tidak meminta lebih kepada PLN selain pelayanan yang tidak mengecewakan. Rekan-rekan sesama pemilik usaha laundry di kawasan Panam menurutnya juga demikian. "Di sini banyak usaha laundry, ya terpaksa begitu (tidak bisa tepat waktu), kan mati listrik," sebutnya.
Ia berharap PLN bisa lebih maksimal memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk pelaku usaha kecil seperti dirinya. Jika pun harus dilakukan pemadaman listrik bergiliran, Ronal meminta agar jangan terlalu lama durasinya. Lamanya pemadaman menurutnya agar melihat kebutuhan masyarakat. Jika sampai seharian, itu sudah tidak masuk akal lagi.
"Pertanyaannya kenapa bisa hampir seharian, apa tidak ada perencanaannya?" kritiknya. (TRIBUN PEKANBARU CETAK/saf/iam)
Apa alasan PLN melakukan pemadaman listrik di Pekanbaru? Baca selengkapnya di Harian Tribun Pekanbaru edisi HARI INI. Simak lanjutannya di www.tribunpekanbaru.com. Ikuti Video Berita di www.tribunpekanbaru.com/video
FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru dan LIKE Halaman Facebook: Tribun Pekanbaru
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/lampu-mati-pekanbaru_20151002_164012.jpg)