Mancing Ikan di Tengah Laut, Nelayan Tewas Kena Sambar Petir

Dua korban ini diketahui bernama Budiono (30), warga Dusun Sambeng, Desa Banjar, Kecamatan Pangul, Kabupaten

Mancing Ikan di Tengah Laut, Nelayan Tewas Kena Sambar Petir
AFP
Tak perlu empat kali sambaran untuk menyebabkan kerusakan perangkat keras komputer. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, JATIM - Dua orang nelayan di Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, tewas tersambar petir di perairan laut bebas Samudra Hindia.

Keduanya ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia di atas perahu pada saat mancing ikan jenis layur di tengah laut, Selasa (12/6/2016).

Dua korban ini diketahui bernama Budiono (30), warga Dusun Sambeng, Desa Banjar, Kecamatan Pangul, Kabupaten Trenggalek dan Misni alias Keni (35), warga Dusun Lumpang, Desa Nglebeng, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.

Kejadian ini berawal pada Senin (11/4/2016) sekitar pukul 16.00 WIB, kedua korban berangkat ke laut untuk memancing ikan layur dengan menggunakan perahu Nila Wahyu-1. Pada saat itu, kondisi cuaca di sekitar Kecamatan Panggul hujan deras disertai petir.

Kemudian pada Selasa (12/6/2016), salah satu petugas perikanan Kecamatan Panggul bernama Puryono (51) pada pukul 06.30 WIB menerima laporan lewat telepon genggam bahwa ditemukan dua orang nelayan tewas di dalam perahu. Diduga korban tersambar petir pada Senin malam.

"Saya menerima telepon dari nelayan Pacitan bahwa ada dua orang meninggal dalam perahu sekitar pukul setengah tujuh pagi tadi. Setelah itu, saya bersama warga melapor ke polsek dan menuju lokasi seperti yang diberitahukan oleh nelayan Pacitan ke saya," jelas Puryono.

Setelah menerima laporan peristiwa ini, Petugas Polsek Panggul bersama sejumlah nelayan menuju lokasi, yaitu di perairan laut bebas Samudera Hindia. Di lokasi, petugas menemukan dua nelayan meninggal dalam posisi duduk, sedangkan satunya lagi tergeletak di pinggir perahu.

Pada saat ditemukan, kondisi tubuh bagian dada hingga wajah korban mengalami luka bakar hingga hangus.

Kasubag humas Polres Trenggalek Jawa Timur Iptu Adit Suparno membenarkan peristiwa ini.

"Berdasarkan laporan Kapolsek Panggul AKP Wajib Santoso kepada kami, telah menerima laporan dari warga bahwa ditemukan dua orang warga tersambar petir di tengah laut pada saat mancing ikan layur. Pada saat dilakukan evakuasi, diketahui korban mengalami luka bakar berupa gosong di bagian dada kiri hingga ke wajah," kata Adit.

Adit menjelaskan, perahu yang masih ditumpangi oleh kedua korban dibawa ke darat dengan cara ditarik oleh perahu nelayan lain menuju pantai Joketro di Desa Nglebeng, Kecamatan Panggul.

Kini, kedua korban sudah diserahkan ke pihak keluarganya untuk segera disemayamkan. Pihak keluarga menolak korban divisum di Puskesmas Kecamatan Panggul, dan bersedia membuat surat pernyataan agar tidak dilakukan otopsi.

"Pihak keluarga kedua korban keberatan untuk dilakukan visum, dan sanggup membuat surat pernyataan," AKP Wajib Santoso, Kapolsek Panggul melalui pesan singkat. (*)

Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved