Volume Sampah Plastik Tambah Banyak, Disperindag Usulkan Plastik Berbayar Dihentikan
Meski program plastik berbayar Rp 200 yang sudah diterapkan di Kota Pekanbaru per 1 Maret lalu, belum ada penurunan sampah plastik
Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Sesri
Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Syafruddin
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Meski program plastik berbayar Rp 200 yang sudah diterapkan di Kota Pekanbaru per 1 Maret lalu, belum ada penurunan sampah plastik hingga pertengahan April ini.
Bahkan terlihat di beberapa TPS dan tempat sampah lainnya hingga ke TPA Muara Gajar Rumbai, sampah plastik mendominasi.
Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Pekanbaru, Mas Irba Sulaiman kepada Tribunpekanbaru.com, Jumat (15/4/2016) menyebutkan, sejauh ini program plastik berbayar tersebut memang tidak berjalan dengan baik. Makanya, Disperindag akan mengevaluasi dalam 3 bulan ini (Maret-Mei), program plastik berbayar tersebut.
Jika tidak ada perubahan, terutama tonase sampah plastiknya, maka Disperindag sepakat plastik berbayar tersebut diusulkan tidak dilanjutkan atau dihentikan.
"Tujuan utama dibuatnya himbaun ini untuk mengurangi sampah plastik," kata Irba.
Hal yang paling mendasar lagi, kata Irba, adanya keluhan masyarakat dan uang hasil penjualan plastik tersebut tidak masuk PAD.
"Dalam 3 bulan ini, setiap bulannya kita evaluasi. Kita koordinasi dengan BLH dan DKP, sebelum dibuatkan Perwako-nya. Karena ini penting, sehingga tidak mengecewakan masyarakat. Memang seharusnya, ritel dan supermarket harus menyiapkan paper bag," tegasnya. (*)
Baca selengkapnya di Harian Tribun Pekanbaru edisi BESOK. Simak lanjutannya di www.tribunpekanbaru.com. Ikuti Video Berita di www.tribunpekanbaru.com/video
FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru dan LIKE Halaman Facebook: Tribun Pekanbaru
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/sampah-menumpuk-di-persimpangan-jalan-harapan-baru_20151120_190822.jpg)