Rabu, 22 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Ini Kronologi Pelemparan Bom Molotov di Tengah Tabligh Akbar PPP

Seorang simpatisan PPP meninggal akibat terkena lemparan bom molotov oleh orang tak dikenal.

Editor: Muhammad Ridho

TRIBUNPEKANBARU.COM, SLEMAN - Seorang simpatisan PPP meninggal akibat terkena lemparan bom molotov oleh orang tak dikenal. Pelemparan molotov terjadi saat massa beriringan pulang usai mengikuti Tabligh Akbar di Lapangan Mlati, Jalan Magelang, Sleman, Yogyakarta, Minggu (17/04/2016) sore.

"Korban luka atasnama Taufan. Korban meninggal Didin Bolawen. Kedua korban warga Mlati, Sleman," ujar Ketua DPW PPP Yogyakarta Syukri Fadholi, saat dihubungi Kompas.com, Minggu (17/06/2016).

Ia menceritakan, usai mengikuti Tabligh Akbar di Lapangan Mlati, Jalan Magelang, Sleman massa kembali ke rumah masing-masing.

Ketika melintas di Jalan Kebonagung, Mlati, Sleman, tiba-tiba ada dua orang berboncengan sepeda motor melempar benda yang diduga bom molotov. Usai melempar, mereka melarikan diri.

"Bom mengenai Didin Bolawen dan Taufan yang saat itu berboncengan," kata dia.

Didin Bolawen yang berada di belakang (membonceng) meninggal dunia karena luka di bagian lehernya. Sementara, Taufan yang mengemudikan sepeda motor luka di bagian punggung.

"Jenazah Didin dibawa ke RSUP Dr Sardjito. Taufan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Akademik UGM untuk mendapat pertolongan," ucapnya.

Fadholi meminta polisi untuk mengusut dan menangkap pelaku.

"CCTV dilokasi sudah kami serahkan ke kepolisian. Polisi harus mengusut dan menangkap pelakunya," ujar dia.

Baca: Bom Molotov Meledak di Tengah Tabligh Akbar PPP, Satu Orang Tewas

Fadholi menghimbau masa PPP tetap tenang dan tidak melakukan tindakan apapun. Ia juga menyampaikan turut berbelasungkawa atas peristiwa itu.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved