Tamatkan Pendidikan Sarjana, Fauzi Ingin Bekerja di Perusahaan Asing
Selain menguasai Bahasa Inggris, lulusan Unilak ini juga menguasai komputer. Ia bisa menamatkan studi lebih cepat
Penulis: Nolpitos Hendri | Editor: Muhammad Ridho
Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru: Nolpitos
TRIBUNPEKANBARU.COM - Memasuki era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), lulusan perguruan tinggi di Indonesia khususnya Riau harus siap untuk bersaing dengan lulusan perguruan tinggi di Negara lain. Setiap lulusan harus mempersiapkan keterampilan lebih untuk bersaing. Satu keterampilan yang perlu disiapkan adalah keterampilan bahasa.
Bahasa yang perlu dikuasai adalah Bahasa Inggris, karena Bahasa Inggris dinobatkan sebagai bahasa internasional. Jika menguasai Bahasa Inggris, selain bisa untuk berkomunikasi dengan semua orang yang datang ke Indonesia, juga bisa menjadi modal untuk mendapatkan pekerjaan di perusahaan asing.
Hal inilah yang menjadi pemikiran Ahmad Risky Fauzi, mengingat perkembangan zaman dan teknologi yang semakin maju, dan bergabungnya Indonesia dalam MEA, Bahasa Inggris adalah satu keterampilan yang dibutuhkan dalam menghadapi persaingan. Bujang yang akrab dipanggil Fauzi, lahir di Bekasi tanggal 29 Juli 1994 lalu, dan kini ia sudah menamatkan pendidikan sarjana pada semester VII, dengan bidang keahlian Sastra Inggris di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Lancang Kuning (Unilak).
Anak bungsu dari tiga bersaudara ini, merupakan anak dari pasangan Asnaf dan Yusnidarty. Atas pemikirannya tentang dibutuhkannya kerampilan berbahasa Inggris di masa sekarang dan mendatang, Fauzi memiliki cita-cita ingin bekerja di perusahaan asing. Atas cita-cita dan pemikirannya itulah ia kuliah dengan mengambil program studi Sastra Inggris.
Pada Sabtu (16/4/2016) lalu, ia sudah berhasil menamatkan pendidikan sarjananya yang ditandai dengan prosesi wisuda. Bahkan, pada wisuda ke-52 Unilak itu, Fauzi termasuk seorang lulusan terbaik dengan IPK 3.68 dan bisa menamatkan pendidikan sarjana dalam 3,5 tahun. Selain prestasi itu, sebagai lulusan Sastra Inggris, tentunya Fauzi juga menguasai Bahasa Inggris.
“Saya bercita-cita ingin bekerja di perusahaan asing, makanya saya mengambil program studi Sastra Inggris. Selain itu, juga untuk bisa bersaing dengan lulusan perguruan tinggi luar negeri dengan masuknya era MEA. Saya suka Bahasa Inggris dari dulu, dan bagi saya Bahasa Inggris lebih mudah dari pelajaran lainnya,” ungkap Fauzi.
Fauzi bisa menguasai Bahasa Inggris, selain belajar dari buku pelajaran dan mata kuliah, Fauzi juga belajar Bahasa Inggris dan menambah kosa kata dengan menonton film dan mendengarkan lagu manca negara. Pada beberapa kesempatan, Fauzi juga sempat bertemu dengan turis dan ia mempraktikkan Bahasa Inggrisnya dengan turis tersebut.
Selain menguasai Bahasa Inggris, lulusan Unilak ini juga menguasai komputer. Ia bisa menamatkan studi lebih cepat tidak memiliki pola belajar tertentu, namun sama dengan mahasiswa lainnya. Hanya saja, ia mendapat motivasi dari dosen supaya ia cepat tamat, dan ia juga ingin cepat tamat supaya tidak memberatkan orangtuanya. (nol)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/ahmad-risky-fauzi_20160417_221448.jpg)