Malam Ini, Record Store Day Digelar di Pekanbaru
event bazaar rilisan fisik berupa kaset pita, piringan hitam sampai cd ini akan digelar pertama kali di Pekanbaru pada Jumat (22/4/2016)
Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Syahrul Ramadhan
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Bagi pegiat musik, baik pemain musik maupun yang bergerak dibidang rekaman pasti mengenal iven Record Store Day.
Ya, event bazaar rilisan fisik berupa kaset pita, piringan hitam sampai cd ini akan digelar pertama kali di Pekanbaru pada Jumat (22/4/2016)
Menariknya, iven tersebut akan digelar bersamaan dengan beberapa kota lainnya di Indonesia. Untuk di Pekanbaru, iven ini akan berkonsentrasi di lounge Happy Puppy Sudirman, Pekanbaru.
Seorang pegiatnya bernama Parlindungan mengatakan bahwa iven itu sudah direncanakan sejak jauh hari. Kegiatan bertajuk Pekanbaru Record Store Day itu pun sengaja dibuat berbarengan dengan agenda rutin bertajuk Rekanada On Stage.
"Iven Pekanbaru Record Store Day sengaja kita buat berbarengan dengan Rekanada On Stage. Kita ingin memperkenalkan sebuah website yang menjadi media rujukan pegiat musik indie di Kota Pekanbaru," kata lelaki yang menjadi inisiator rekanada.com ini.
Diterangkannya juga, beragam agenda akan digelar dalam iven Pekanbaru Record Store Day. Mulai dari pertunjukan musik yang menampilkan sejumlah band Kota Pekanbaru sampai ajang jual beli rilisan fisik.
Konon, Pekanbaru Record Store Day dibuat bersamaan dengan hari peringatan record store day internasional. Sebuah momen dimana seluruh pecinta rilisan fisik di dunia merayakan kegembiraan akan beragam produk rekam musik tersebut.
"Kegiatannya dijamin seru. Akan ada pertunjukan band indie Pekanbaru seperti Maltreat Deafen, Air Hostess For Vacation, Role Out dan Komedi Putar," ungkapnya.
Pemilihan band-band tersebut pun dilakukan sambil memperkenalkan bahwa band lokal Kota Pekanbaru juga bisa punya rilisan karya. Terutama, yang dibuat dalam bentuk fisik seperti Kaset Pita, CD dan sebagainya.
Parlindungan berharap, kegiatan itu bisa dijadikan ajang kumpul bareng para penggemar rilisan fisik. Terutama, bagi penggemar rilisan fisik langka seperti piringan hitam atau vynil yang sudah mulai susah dicari.
"Siapa tahu, dengan adanya kegiatan ini bisa mendorong iven-iven keren bermunculan di Pekanbaru. Baik yang berhubungan dengan rilisan fisik maupun musik indie lainnya," tutup Parlindungan. (*)
Baca selengkapnya di Harian Tribun Pekanbaru edisi BESOK. Simak lanjutannya di www.tribunpekanbaru.com. Ikuti Video Berita di www.tribunpekanbaru.com/video
FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru dan LIKE Halaman Facebook: Tribun Pekanbaru