Kamis, 16 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Party Harapkan Masyarakat Tak Bunuh Biawak

Hingga saat ini banyak biawak dibunuh ketika ditemukan. Disebabkan masih minimnya pengetahuan tentang hewan tersebut.

Penulis: | Editor: M Iqbal
TribunPekanbaru/Zul Indra
Aktivitas Party di Taman Kota 

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Zul Indra

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Banyaknya perburuan hewan endemik Sumatera jenis Salvator dan minimnya pengetahuan masyarakat akan jenis hewan tersebut, Komunitas Pekanbaru Amphibian & Reptile Community (Party) gathering sosialisasi dan edukasi di Taman Kota, Minggu (24/4/2016).

Ketua Komunitas Party, Dhani mengatakan, Salvator biasa disebut biawak oleh masyarakat Indonesia. Hingga saat ini banyak hewan tersebut dibunuh ketika ditemukan. Disebabkan masih minimnya pengetahuan tentang hewan tersebut.

"Saat gathering dan edukasi kemarin, kita membawa biawak yang terawat. Antusias masyarakat cukup baik melihat biawak tersebut. Mereka menyangka biawak tersebut berasal dari luar Sumatra, bahkan ada yang mengatakan itu hewan luar Indonesia. Tetapi setelah Kami jelaskan ada beberapa yang tidak percaya bahwa hewan tersebut adalah biawak yang sering Mereka jumpai," paparnya.

Dilanjutkan Dhani, biawak tersebut tidak akan berbahaya jika dirawat dengan sempurna dan diberi makanan yang bersih. Anggapan masyarakat bahwa air liurnya berbahaya akan hilang dengan sendirinya dengan perawatan tersebut.

"Kebanyakan masyarakat menilai biawak ini tidak boleh dipegang dan mengangap air liurnya berbahaya. Sebenarnya penyebab air liur berbahaya itu berasal dari makanannya. Nah, jika Kita merawat dari kecil dan memberikan maknan yang cukup bersih seperti jangkrik, filet ayam atau daging ayam, otomatis biawak tersebut juga akan bersih dan terhindar dari bakteri berbahaya," ucapnya.

Dhani berharap setelah gathering dan edukasi tersebut, masyarakat tidak lagi membunuh hewan jenis reptil tersebut. Hal itu berguna untuk menjaga kelangsungan lingkungan alam di sumatera.

"Jadi ya minimal Kita sebagai pecinta reptil berharap masyarakat tidak lagi membunuh hewan ini seperti informasi belakangan yang kita terima. Daripada dibunuh, lebih baik diserahkan pada Kami. Di mata masyarakat mungkin itu hewan yang tak bernilai tapi di tangan komunitas pecinta reptil bisa menjadi hewan yang cukup menarik," tuturnya.(*)

Baca Selengkapnya di Harian Tribun Pekanbaru edisi BESOK. Simak lanjutannya di www.tribunpekanbaru.com. Ikuti Video Berita di www.tribunpekanbaru.com/video

FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru dan LIKE Halaman Facebook: Tribun Pekanbaru

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved