Jadi Staf Biasa, Rustam Effendi Sekantor dengan Pejabat yang Pernah Dicopot Ahok
Untuk pengganti Rustam, lanjut Agus, pihaknya akan mengusulkan beberapa nama kepada Gubernur. "Kami saat ini
TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - Wali Kota Jakarta Utara, Rustam Effendi, yang mengundurkan diri akan mendapat tugas baru sebagai salah satu staf di Badan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Provinsi DKI Jakarta, Jalan Abdul Muis, Tanahabang, Jakarta Pusat.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta, Agus Suradika mengatakan, pihaknya telah mengirimkan SK Pemberhentian diri ke Rustam.
"Kami juga proses SK (Surat Keputusan) Plt (Pelaksana Tugas) kepada wakilnya, Wahyu Hariadi," kata Agus ketika dihubungi Warta Kota, Selasa (26/4).
Untuk pengganti Rustam, lanjut Agus, pihaknya akan mengusulkan beberapa nama kepada Gubernur. "Kami saat ini belum pilih, siapa saja calon pengganti Rustam. Tapi secepatnya kami akan ajukan," katanya.
Di Badan Diklat, Rustam akan bekerja bersama para pejabat yang distafkan sebelumnya seperti, Joko Kundaryo (mantan Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Perdagangan), Agus Priyono (mantan Kepala Pekerjaan Umum Tata Air), Benjamin Bukit (mantan Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi), Nandar Kusnandar (mantan Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman), serta pejabat eselon II, III, dan IV lainnya. Para pejabat itu ada yang mengundurkan diri ada yang dicopot Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
"Biasanya mantan pejabat eselon II itu di Badiklat. Bisa menjadi fasilitator karena keseniorannya, mungkin ada pra jabatan. Seperti teman-teman sekarang yang di Badiklat, membantu Badiklat. Menganalisis atau menjadi fasilitator. Banyak tugas-tugasnya. Semua akan ada tugas selama masih berkeinginan jadi PNS," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/wali-kota-jakarta-utara-rustam-effendi_20160425_203957.jpg)