Gampang Capek dan Sering Pusing, Yakin Cuma Anemia?
Gejala-gejala di atas juga merupakan penanda saat seseorang menderita kelainan darah thalassemia. Penyakit genetik
TRIBUNPEKANBARU.COM - Pernahkah Anda merasa kepala pusing bukan kepalang, tubuh lemas, rona wajah memucat, dan pada malam hari kesulitan tidur? Sudah begitu segala makanan tak terasa lezat?
Banyak orang mengira semua rasa itu adalah gejala anemia atau tekanan darah rendah. Kelelahan kerja juga kerap jadi kambing hitamnya.
Namun, bila gejala tersebut kerap kambuh dan obat “penambah darah” untuk gejala anemia tak kunjung memulihkan badan, bagaimana? Bisa jadi, semua rentetan gejala itu memang bukan pertanda anemia.
Gejala-gejala di atas juga merupakan penanda saat seseorang menderita kelainan darah thalassemia. Penyakit genetik ini menyerang kemampuan sumsum tulang belakang memproduksi protein pembangun hemoglobin.
Akibatnya, total hemoglobin dalam sel darah merah tak mencukupi batas normal. Padahal, hemoglobin bertugas mengangkut oksigen—bahan bakar untuk badan mendapat energi dari nutrisi makanan—dari paru-paru ke seluruh tubuh.
Bila pasokan oksigen berkurang karena hemoglobin tak mencukupi, otomatis tubuh tak berfungsi dengan baik. Jadi, bukan kebetulan penderita thalassemia mengalami gejala sama seperti anemia.
Periksa lebih dalam
Secara umum, ada dua jenis thalassemia, yaitu minor dan mayor. Pada thalassemia jenis minor, jumlah hemoglobin lebih sedikit ketimbang orang normal.
Gejala mudah lelah dan tak bertenaga seperti pada penderita anemia menjadi penanda thalassemia minor. Bedanya, obat anemia tak akan manjur buat penderita kelainan ini.
Lain lagi dengan penderita thalassemia jenis mayor. Produksi hemoglobin penderita kelainan ini turun drastis sampai-sampai butuh transfusi darah secara berkala untuk bertahan hidup. Tanpa transfusi, tubuh penderita hanya akan bertahan antara satu tahun hingga delapan tahun.
Karena sifat penyakit ini adalah bawaan genetis, para penderitanya harus menghindari pekerjaan yang menguras tenaga agar tak tumbang sewaktu-waktu. Lalu, pola makan juga harus dibenahi untuk memastikan kecukupan pasokan energi.
Satu lagi, keberadaan penyakit karena kelainan genetis seperti thalassemia merupakan alasan penguat tentang pentingnya melakukanmedical chekup (MCU) secara berkala. Kelainan-kelainan seperti ini hanya dapat diketahui lewat pemeriksaan menyeluruh terhadap tubuh. (*)