Hampir 50 Persen Serangan Jantung Tidak Bergejala

Para peneliti juga mengamati data tersebut selama dua dekade untuk mengumpulkan informasi mengenai tingkat

tribunnews.com

TRIBUNPEKANBARU.COM - Rasa nyeri di dada seolah ada gajah menduduki kita, dikenal sebagai gejala serangan jantung yang umum. Nyatanya, hampir setengah dari semua serangan jantung yang terjadi kemungkinan tidak memunculkan gejala.

Penelitian yang diterbitkan di jurnal Circulation menunjukkan, 45 persen dari semua kasus serangan jantung di Amerika Serikat tidak bergejala.Meski tidak bergejala, bukan berarti serangan jantung tersebut lebih aman dibanding serangan yang bergejala.

Para peneliti mengambil data sekitar 9.500 orang yang terdaftar di Atherosclerosis Risk in Communities Study. Hasilnya ditemukan, 317 orang mengalami serangan jantung diam dan 386 orang mengalami serangan jantung bergejala.

Para peneliti juga mengamati data tersebut selama dua dekade untuk mengumpulkan informasi mengenai tingkat kematian. Peneliti menemukan, serangan jantung secara diam-diam itu meningkatkan risiko seseorang meninggal dunia karena penyakit jantung sebesar tiga kali lipat dibanding serangan jantung yang bergejala.

Dokter melihat tanda-tanda serangan jantung diam menggunakan alat ekokardiogram (EKG), yaitu alat yang mengukur aktivitas listrik jantung. Alat itu menunjukkan, mereka yang pernah terkena serangan jantung tak bergejala memiliki perubahan aktivitas listrik jantung.

Peneliti juga menemukan, meski serangan jantung yang diam lebih sering ditemui pada pria, serangan jantung ini lebih berisiko menyebabkan kematian jika terjadi pada wanita.

Direktur Pusat Penelitian Epidemiologi Kardiologi Wake Forest Baptist Medical Center di Carolina Utara, Dr Elsayed Soliman mengatakan, serangan jantung yang diam justru lebih berbahaya. Menurut dia, banyak pasien yang tak sadar telah mengalami serangan jantung. Akhirnya, mereka pun tak segera mencari pengobatan untuk melakukan pencegahan.

Serangan jantung terjadi ketika pembuluh darah yang membawa darah ke jaringan otot jantung tersumbat. Tanpa aliran darah tersebut, jantung pun tidak bisa bekerja. Serangan jantung tidak selalu bergejala nyeri dada, sesak napas, hingga pusing. Menurut Elsayed, pesan dari hasil penelitian ini adalah semua orang seharusnya menjaga kesehatan jantung. (*)

Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved