Kamis, 16 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Niat Mengecek Suara Berisik, Zulfirman Malah Ditodong Linggis oleh Perampok

Gedung Biological Control Community (Biccom) Fakultas Pertanian Universitas Riau yang jadi sasaran perampok bersenjata tajam

Editor: Sesri
TribunPekanbaru/Rizky Armanda
Zulfirman Andry, selaku korban perampokan bersajam pada Kamis (19/5/2016) dini hari menunjukkan tempat dirinya disekap pelaku. 

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru: Rizky Armanda

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Tindak kejahatan perampokan dengan senjata tajam (sajam) kembali terjadi. Kali ini gedung Biological Control Community (Biccom) Fakultas Pertanian Universitas Riau yang jadi sasaran.

Zulfirman Andry (19), selaku korban perampokan, Jumat (20/5/2016) kepada Tribun menjelaskan, saat kejadian dirinya tengah berada di dalam gedung. Pada Kamis (19/5/2016) dini hari, sekitar pukul 02.00 WIB dini hari, Zulfirman terbangun dari tidurnya. Dia mendengar ada suara berisik dari luar gedung.

Merasa curiga, Zulfirman bermaksud hendak mengecek dari mana asal suara yang sudah menggaduh tidurnya itu. Dia mendapati jendela sudah terbuka. Tiba-tiba muncul seorang pria tak dikenal dari balik jendela sambil memegang sebuah linggis dan mengarahkannya ke wajah Zulfirman.

"Diam, buka pintunya. Kalau tidak nyawamu melayang", kata Zulfirman menirukan ucapan sang pria misterius.

Zulfirman yang sudah ketakutan pun terpaksa menuruti permintaan pria itu.

"Waktu saya buka pintunya, masuklah tiga orang laki-laki. Mereka ada yang pegang linggis, pisau. Yang satu lagi kurang jelas karena memang kondisi gelap dan samar-samar. Lampu dimatikannya", ujar Zulfirman.

Seorang dari pelaku langsung menyuruh Zulfirman untuk menelungkup. Dia pun mengikat tangan dan kaki Zulfirman dengan seutas tali nilon yang sudah disiapkan pelaku.

Tak cukup sampai disitu. Pelaku itu juga menutup mata dan mulut Zulfirman dengan robekan kain panjang yang ditemukan pelaku. Menurut pengakuan Zulfirman, ditengah kondisinya yang sudah tak berdaya, seorang pelaku sempat meletakkan pisau dileher belakangnya.

"Diam saja kau, kalau diam selamat", ujar pelaku.

Zulfirman tak mengetahui pasti aktifitas apa yang dilakukan para pelaku. Dia tak berani bergerak karena berada dalam ancaman pelaku lainnya yang menggunakan pisau. Matanya pun tak bisa melihat karena ditutup kain.

Zulfirman menjelaskan, kejadian perampokan bersajam ini berlangsung sekitar 30 menit. Pelaku berhasil membawa kabur 1 unit sepeda motor, 1 unit handphone, 1 buah tabung gas 3 Kg, 1 unit laptop, dan peralatan labor seperti timbangan analitik dan stabilizer.

Saat ini, kejadian ini sedang ditangani oleh unit reskrim Polsek Tampan.

Kanit Reskrim Polsek Tampan, Iptu Eru Alsepa mengatakan, kejadian ini masih dalam proses penyelidikan.

"Kita sudah melakukan pemeriksaan saksi-saksi, melakukan olah TKP, dan mengamankan beberapa barang temuan di lokasi yang nantinya akan kita gunakan untuk penyelidikan", tegasnya. (*)

Baca selengkapnya di Harian Tribun Pekanbaru edisi BESOK. Simak lanjutannya di www.tribunpekanbaru.com. Ikuti Video Berita di www.tribunpekanbaru.com/video

FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru dan LIKE Halaman Facebook: Tribun Pekanbaru

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved