Sabtu, 25 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Hari Anti Tembakau Sedunia, Remaja Ini Enggan Rokoknya Ditukar dengan Permen

Seorang remaja berusia belasan tahun tampak enggan menukarkan rokok yang dipegangnya dengan permen

Editor: Sesri

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru: Zul Indra

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Seorang remaja berusia belasan tahun tampak enggan menukarkan rokok yang dipegangnya dengan permen yang diberikan mahasiswa dari Hima Keperawatan Universitas Riau di areal Car Free Day (CFD), Minggu (29/5/2016).

Dengan berbagai alasan Ia menolak ajakan tersebut. "Jangan lah Kak. Ini rokok Saya beli sendiri. Kan ndak menganggu orang lain. Ah, Kakak ni macam tak senang lihat orang merokok saja,"ucapnya yang disambung dengan gelak tawa teman yang lain.

"Perbuatan merokok di depan umum seperti remaja itu tidak hanya merugikan Dia sendiri, tapi juga mengganggu orang lain. Di CFD merupakan tempat orang berolahraga. Bukannya menjadi sehat, malah mendapatkan penyakit akibat asap rokok Mereka,"ungkap Nurvica Exwin Nanda, Kadiv Humas Program kerja HIMA Keperawatan UR.

Vica menyatakan, aksi tukar rokok warga di CFD dengan permen tersebut merupakan kampanye memperingati hari anti tembakau se dunia yang jatuh pada tanggal 31 Mei 2016. Dalam kegiatan itu, Mereka bekerjasama dengan BNN, BKKBN, Duta Genre dan Duta Anti Narkoba.

"Kampanye ini kami mulai dengan longmarch keliling CFD. Dilanjutkan dengan aksi tukar rokok dengan permen. Tujuannya tidak lain adalah untuk mengingatkan para perokok agar menghentikan kebiasaan buruk Mereka. Sebab dampaknya tidak hanya untuk Mereka sendiri, namun juga orang lain. Terutama keluarga terdekat seperti istri dan anak, "jelasnya.

Vica mengakui tim dari Hima Keperawatan UR sudah melakukan survei ke rumah sakit umum di Pekanbaru. Hasilnya, banyak pasien terkena penyakit paru-paru dan kanker lidah yang disebabkan akibat merokok.

"Pasien-pasien di rumah sakit tersebut mengidap penyakit paru akut dan kanker lidah hingga tenggorokannya dibolongi. Rata-rata umur Mereka di atas 40 tahun. Dampak rokok tersebut tidak akan terasa di saat muda, tapi Mereka akan tahu bahayanya di usia paruh baya. Itu sudah terlambat, karena racunnya sudah menyebar ke seluruh tubuh,"tuturnya. (*)

Baca selengkapnya di Harian Tribun Pekanbaru edisi BESOK. Simak lanjutannya di www.tribunpekanbaru.com. Ikuti Video Berita di www.tribunpekanbaru.com/video

FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru dan LIKE Halaman Facebook: Tribun Pekanbaru

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved