Usai Menghisap Sabu, Pria ini Gasak Kabel Tower

Aksi pencurian kabel tower yang dilakukan Tomi (33) ternyata berada dalam pengaruh narkoba jenis sabu.

Usai Menghisap Sabu, Pria ini Gasak Kabel Tower
TribunPekanbaru/FitrahAidilAkbar
Kapolsek Payung Sekaki, AKP Nardy Masri Marbun (kiri) dan Tomi (tengah) saat ekspos perkara 

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Fitrah Akbar

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Aksi pencurian kabel tower yang dilakukan Tomi (33) ternyata berada dalam pengaruh narkoba jenis sabu. Hal itu diakuinya saat ekspos perkara di Mapolsek Payung Sekaki, Senin (30/5/2016).

"Iya, baru selesai (hisap sabu). Saya mulai (aksi pencurian) jam dua (dinihari)," ucap ayah tiga anak itu.

Saat diringkus, petugas Polsek Payung Sekaki juga mendapatkan satu paket kecil sabu disekitar lokasi Tomi memotong-motong kabel. Kepada wartawan, warga jalan Kulim, kelurahan Tampan, kecamatan Senapelan itu mengaku mendapatkan narkotika tersebut dari Kampung Dalam.

"Harganya Rp 100 ribu, itu barang yang dulu lagi (seminggu sebelumnya)," akunya.

Terkait barang haram tersebut, Kapolsek Payung Sekaki AKP Nardy Masri Marbun mengatakan pihaknya masih melakukan pengembangan.

"Anggota masih menyelidiki," papar Nardy disela-sela ekspos.

Sebelumnya, Tomi melakukan pencurian kabel milik operator XL di gang Karya Maju, Jalan Riau, Kecamatan Senapelan, Sabtu (28/5/2016). Ia dibekuk anggota Polsek Payung Sekaki yang siang itu sedang minum kopi tak jauh dari tempat kejadian.

Mendapat laporan dari warga setempat, petugas langsung menyisirnya. "Awalnya tak kelihatan dari jauh. Baru selang beberapa menit kemudian, kita sisir kesemua sudut, kita temukan dia (Tomi) tengah memotong-motong kabel, beserta satu paket kecil sabu-sabu," urai Nardy, Senin (30/5/2016).

Terkait pencurian kabel, berdasarkan pengakuan Tomi, barang itu bakal dijual ke penampung barang bekas. Ia termotivasi menggasak kabel tower tersebut karena pernah melihat seseorang berhasil melakukannya.

"Saya tak kenal dia (pencuri sebelumnya). Saya ambil ini untuk memenuhi biaya makan sehari-hari," ujarnya Tomi.

Kini Tomi terpaksa mendekam di jeruji besi guna mempertanggung jawabkan perbuatannya. Kepadanya disangkakan dua kasus, melanggar pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan maksimal hukuman 7 tahun penjara dan pasal 112 UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang kepemilikan narkotika dengan maksimal hukuman 12 tahun penjara.(*)

Baca selengkapnya di Harian Tribun Pekanbaru edisi BESOK. Simak lanjutannya di www.tribunpekanbaru.com. Ikuti Video Berita di www.tribunpekanbaru.com/video

FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru dan LIKE Halaman Facebook: Tribun Pekanbaru

Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved