Breaking News:

Walau Ekonomi 2015 Melambat, Pendapatan Bank Riau Kepri Tetap Tumbuh

Dalam rapat ini manajemen BRK menyampaikan Laporan Kinerja BRK tahun buku 2015 dan laporan kinerja BRK tahun 2016.

Penulis: Ikhwanul Rubby | Editor: M Iqbal
Walau Ekonomi 2015 Melambat, Pendapatan Bank Riau Kepri Tetap Tumbuh
TribunPekanbaru/Ikhwanul Rubby
RUPS Bank Riau Kepri

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Bank Riau Kepri melakukan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS) 2015 dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) 2016 di Ruang Pertemuan Dang Merdu, Gedung Menara Dang Merdu, Senin (30/5/2016) malam.

RUPS yang dipimpin Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman, dihadiri Direktur Utama Bank Riau Kepri, Irvandi Gustari dan jajaran direksi lainnya, Komisaris Utama HR Mambang Mit, Komisaris Independen HA Rivaie Rachman, serta seluruh Bupati/Walikota se-Provinsi Riau dan Kepri selaku pemegang saham.

Dalam rapat ini manajemen Bank Riau Kepri menyampaikan Laporan Kinerja Bank Riau Kepri tahun buku 2015 dan laporan kinerja Bank Riau Kepri tahun 2016.

Dalam laporan ini dijelaskan hingga bulan Mei 2016 Bank Riau Kepri telah meraih laba kotor sebesar Rp 250 miliar dengan rasio-rasio keuangan dalam posisi diatas persyaratan minimal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maupun standar BRC dan Asbanda.

Dari hasil RUPS tahun buku 2015 dipaparkan Bank Riau Kepri mengalami kenaikan pendapatan sebesar 12,17 persen atau sebesar Rp 2,657 triliun. Pendapatan ini diperoleh dari bunga kredit sebesar Rp 1,96 triliun. Jumlah peroleham bunga kredit ini jika dibandingkan tahun 2014 mengalami peningkatan sebesar 15,17 persen.

Tidak hanya pendapatan dari segi beban Bank Riau Kepri juga mengalami peningkatan. Dari hasil RUPS 2015 diketahui Bank Riau Kepri mengalami kenaikan biaya beban 33,53 persen dibanding tahun 2014.

Kenaikan biaya beban ini disebabkan adanya peningkatan signifikan pada biaya Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN). CKPN ini pada tahun 2015 sebesar Rp 262,2 milyar. Angka sebesar ini merupakan kredit yang diproses sejak tahun 2011 hingga 2014.

Kredit macet ini tengah diupayakan proses penyelesaiannya oleh manajemen Bank Riau Kepri melalui skema yang berlaku di perbankan.

Selain faktor tersebut peningkatan beban bunga jadi faktor lain naiknya biaya beban. Pada tahun 2015 peningkatan beban bunga sebesar 44,85 persen. Ini bersumber dari dana pemerintah di Bank Riau Kepri berbasiskan bunga special rate. Untuk menangani hal ini manajemen Bank Riau Kepri pada tahun 2016 sudah berbasiskan LPS rate.

Secara keseluruhan Laba (Gross) Bank Riau Kepri untuh tahun buku 2015 adalah sebesar Rp. 415,318 Miliar. Adanya penurunan Laba Bank Riau Kepri ini yang disebabkan oleh perlunya dibentuk Cadangan untuk atasi kredit macet yang telah terjadi sejak 2011 sampai dengan 2014 tersebut.

Meski laba kotor menurun, didviden yang diterima para pemegang saham dari kabupaten/kota dan provinsi mengalami kenaikan. Kenaikan ini secara keseluruhan dapat dilihat dari penerimaan setiap pemerintah kabupaten/kota di Propinsi Riau mengalami kenaikan sebesar rata-rata 23,86% dan untuk di Propinsi Kepulauan Riau secara keseluruhan mengalami kenaikan rata-rata 20,26%.

Terkait 1 posisi Komisaris dan 2 Direktur yang masih kosong pada RUPS LB 2016 ini ditetapkan Bank Riau Kepri akan melakukan penjaringan secara terbuka dengan memasang iklan melalui media masa. Untuk para pemegang jabatan lama dibenarkan kembali untuk mencalonkan diri di periode selanjutnya.(*)

Baca Selengkapnya di Harian Tribun Pekanbaru edisi BESOK. Simak lanjutannya di www.tribunpekanbaru.com. Ikuti Video Berita di www.tribunpekanbaru.com/video

FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru dan LIKE Halaman Facebook: Tribun Pekanbaru

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved