Lisa, Sang Primadona Gajah Liar
Selain penyayang Lisa adalah primadona bagi gajah pejantan. Sosoknya sering menarik perhatian para gajah jantan.
Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru: Fitrah Aidil Akbar
TRIBUNPEKANBARU.COM - Menurut para Mahout (pengasuh gajah), selain penyayang Lisa adalah primadona bagi gajah pejantan. Sosok gajah betina yang telah menjadi penghuni kamp flying squad Tesso Nilo sejak 2004 itu, sering menarik perhatian para gajah jantan.
Begitu dikisahkan Ruswanto (37), sang Mahout yang mengasuh Lisa sejak awal. Pria Kisaran Sumatera Utara itu bahkan menyebutkan Lisa lebih sering dikawini "tamu" liar.
"Saat pengembalaan memang datang gajah soliter (tunggal). Kita tahu dia dikawini, karena ada tanda-tanda dikemaluannya. Ini tidak masalah, tapi berbahaya bagi kita, apalagi kalau birahi. Tenaganya dua kali lipat dan dia lebih percaya diri," ungkap Ruswanto, Kamis (2/6/2016).
Hal itu sering dihadapi Ruswanto dan kawan-kawannya baik saat pengembalaan maupun patroli rutin. Tengku Asril (29), mahout Lisa yang lain, bahkan pernah kewalahan mengahadapi situasi genting.
"Kita harus cari aman, jaga jaraklah. Karena beberapa gajah tunggal ada yang toleran, saat kita soraki dia sudah pergi. Yang repot kan ada yang egois, dia ga peduli," ucap Asril.
Hal yang paling disenangi Ruswanto dari Lisa adalah sikap penyayangnya. Sejak kehadirannya di kamp, Lisa sering dititipkan anak gajah temuan. Hal ini jugalah yang mempopulerkan Lisa sebagai sosok gajah yang memiliki sifat keibuan.
"Kalau betina yang lain tidak terima, kadang disepak-sepaknya. Tapi kalau Lisa, dia sayang seperti anaknya sendiri," ujar Ruswanto.
Baca selengkapnya di Harian Tribun Pekanbaru edisi BESOK. Simak lanjutannya di www.tribunpekanbaru.com. Ikuti Video Berita di www.tribunpekanbaru.com/video
FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru dan LIKE Halaman Facebook: Tribun Pekanbaru
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/gajah-lisa-dan-anaknya_20160603_081302.jpg)