Uang Tabungan Murid Diduga Ditilap Kepsek, Wali Murid TK Unjuk Rasa

Menurut Ana, seharusnya uang tabungan itu dibagikan tanggal 10 Mei 2016 lalu, karena akan dipakai untuk rekreasi

Uang Tabungan Murid Diduga Ditilap Kepsek, Wali Murid TK Unjuk Rasa
Lensaindonesia.com
Ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - Puluhan wali murid TK Mardi Putra, Desa Ringinanom, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, menggelar aksi unjuk rasa di sekolah tempat anak mereka belajar, Kamis (9/6/2016).

Mereka menuding kepala sekolah tersebut, PL, telah menilap atau menggunakan uang tabungan para murid senilai puluhan juta rupiah untuk keperluan pribadinya.

Ana (27), salah satu wali murid mengaku kesal karena uang tabungan yang sedianya akan digunakan untuk rekreasi anak-anak tidak kunjung dibagikan.

Menurut Ana, seharusnya uang tabungan itu dibagikan tanggal 10 Mei 2016 lalu, karena akan dipakai untuk rekreasi anak-anak pada 23 Mei 2016. Namun, dengan berbagai alasan, uang tabungan belum bisa dibagikan, dan akan dibagikan tanggal 30 Mei lalu. Janji itu pun kembali diingkari sang kepala sekolah.

“Akhirnya rencana piknik anak-anak gagal, dia juga berbohong berkali-kali. Dia minta waktu sampai hari ini, ternyata dia tidak datang lagi," ungkap Ana kesal.

Wali murid lain, Siti Qoesoh menambahkan, pihak sekolah menerima tabungan dari siswa setiap seminggu dua kali, yakni hari Senin dan Kamis. Sedang jumlah murid TK sebanyak 120 lebih yang terbagi atas dua kelas TK kecil dan dua kelas TK besar.

Untuk tahun ini, sebut Siti, uang tabungan murid seharusnya yang dibagikan sekitar Rp 60 juta. Setiap murid menerima uang tabungan berkisar antara Rp 500.000 hingga Rp 7 juta.

Menurut dia, PL yang berstatus PNS itu juga pernah melakukan hal sama empat tahun silam. Hanya saja, ketika itu yang bersangkutan akhinya membagikan uang tabungan murid meski molor hingga beberapa minggu.

"Kami menuntut kepala sekolah untuk bertanggung jawab. Dia tidak memberikan contoh yang baik, kami merasa dirugikan," ujar Siti.

Para wali murid yang mayoritas ibu-ibu pun berencana akan akan melaporkan kasus ini ke pihak berwajib. Mereka juga menuntut agar uang hasil tabungan dari anak-anak bisa dikembalikan sebelum Lebaran ini.

"Kami juga ingin PL dipecat baik sebagai kepala TK maupun PNS," tandasnya.

Salah satu guru TK Mardi Putra, Nadhiroh mengaku telah mengupayakan penyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan. Awal bulan lalu, wali murid, kepala sekolah dan UPT Kecamatan Tempuran telah melakukan pertemuan membahas masalah ini. Dalam pertemuan yang disaksikan oleh kepolisian itu, kata Nadhiroh, PL bersedia mengembalikan uang tabungan para murid.

“Janjinya hari ini mau dibagikan. Tapi dari kemarin siang sampai sekarang tidak ada kabar, teleponnya tidak aktif terus kalau dihubungi," katanya.

Di depan puluhan ibu-ibu wali murid, Nadhiroh pun mengaku sangat malu atas kasus ini. Ia meminta maaf kerena tidak berhasil memenuhi harapan para wali murid.

“Kami minta maaf, kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Kalau ibu-ibu menempuh jalur lain, kami tidak bisa melarang," katanya. (*)

Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved