PT.Indomas Jaya Raya Tampik Lakukan Pungli di Dermaga D Pelindo Dumai

Perwakilan PT.Indomas Jaya Raya (IJR), Muhammad Hasbi menegaskan bahwa PT.IJR tidak pernah melakukan pungutan liar.

PT.Indomas Jaya Raya Tampik Lakukan Pungli di Dermaga D Pelindo Dumai
www.tribunpekanbaru.com

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Fernando Sikumbang

TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI - Perwakilan PT.Indomas Jaya Raya (IJR), Muhammad Hasbi menegaskan bahwa PT.IJR tidak pernah melakukan pungutan liar. Namun pihak perusahaan pernah mendapat laporan adanya pungutan liar oleh oknum. Bahkan sudah dilaporkan perusahaan kepada pihak terkait seperti Polres Dumai, KSOP, KSKP dan Pelindo Dumai.

Laporan itu sudah dilayangkan secara resmi pada 17 Mei 2016 silam.

"Kami sudah buat laporan tertulis perihal pungli. Makanya kami heran, kenapa kami pula dituduh melakukan pungli di areal Dermaga D," ujar Hasbi, Jum'at (10/6/2016).

Lebih lanjut, kata Hasbi, pihaknya tidak mungkin melakukan pungutan liar. Apalagi pihak perusahaan sudah ditunjuk Pelindo Dumai untuk mengelola Dermaga D dan Pelabuhan Rakyat. Hal itu tertuang dalam perjanjian antara Pelindo I Cabang Dumai dengan PT.IJR tertanggal 29 Februari 2016.

Hasbi menjabarkan bahwa dalam Pasal 2 ayat 1,2 dan 3 terdapat perjanjian bahwa PT.IJR mengkordinir pengoperasian Dermaga D dan Dermaga Pelabuhan Rakyat. Kewenangannya seperti Pas Pelabuhan, Jasa Dermaga, Parkir Kendaraan dan Penumpukan. Serta seluruh kegiatan ekonomi dan melakukan pemasaran untuk kapal di areal Dermaga D.

Kemudian menyediakan tenaga pengutipan pas dan jasa pelabuhan lainnya. Serta pengawasan terhadap kapal yang sandar, sambil menjaga keselamatan bongkar atau muat barang.

"Untuk mengutip retribusi sudah kewenangan kami. Pihak Pelindo sudah menunjuk kami untuk mengelola pelabuhan. Maka kami tampik seluruh tuduhan ini," ujar Hasbi.

Selama dikelola pihak PT.IRJ, Hasbi mengklaim bahwa pihaknya sudahnya melakukan perbaikan fisik dan pembenahan. Dermaga D juga terpaksa digembok, sebab tidak bisa menampung kapal dari Dermaga Pelabuhan Rakyat. Sehingga Dermaga D hanya diperuntukan kapal besar pengangkut sembako.

Sedangkan kapal antar pulau ditempatkan di Pelabuhan Rakyat. Terkait pemindahan ini, sudah disampaikan pihak pengelola lewat surat pemberitahuan kepada pengguna jasa dan pemilik kapal sejak 2 Juni 2016 silam.

"Kami juga tembuskan ke KSOP, KSKP dan Pelindo I," paparnya.

Selain itu, pasca aksi buruh Kamis kemarin, Pelindo Dumai melalui Deputi General Manager, Sihar Sihite sudah menyurati KSKP Dumai. Tujuannya agar memberi bantuan pengamanan di Dermaga D dan Pelabuhan Rakyat agar situasi kondusif. (*)

Baca selengkapnya di Harian Tribun Pekanbaru edisi BESOK. Simak lanjutannya di www.tribunpekanbaru.com. Ikuti Video Berita di www.tribunpekanbaru.com/video

FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru dan LIKE Halaman Facebook: Tribun Pekanbaru

Penulis: Fernando
Editor: Sesri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved