Breaking News:

Diduga Terlilit Utang, Pria Kota Garo Ini Tewas Gantung Diri dengan Nilon

Warga Kilometer 11 Jalan Lintas Petapahan-Simpang Gelombang Desa Kota Garo Kecamatan Tapung ini mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.

telegraph.uk
ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Nando 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - Bertambah lagi kasus bunuh diri di Kampar. Ramses Marpaung (56) menambah daftar panjang korban bunuh diri. Warga Kilometer 11 Jalan Lintas Petapahan-Simpang Gelombang Desa Kota Garo Kecamatan Tapung ini mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.

Ramses gantung diri dengan seutas tali nilon di dapur rumahnya, Kamis (23/6/2016) dini hari. Ia ditemukan tidak bernyawa oleh saudaranya Supriadi (30) sekira pukul 05.00 WIB. Subuh itu, saksi hendak mengambil air minum di dapur.

Berdasarkan keterangan Kepala Kepolisian Sektor Tapung Hilir AKP. Benhardi, Supriadi langsung berteriak dan memanggil istri korban Erni Syahdewi (49) yang sedang tidur di kamar. Kemudian sang istri pun melepas tali yang menjerat leher korban.

"Tali dipotong dan kemudian korban diletakkan diletakkan di kursi," ujarnya.

Benhardi mengatakan, malam sebelum korban ditemukan gantung diri, masih sempat bermain dengan anaknya dan berbincang dengan sang istri. Sekira pukul 00.30 WIB, istri dan anak korban masuk ke kamar hendak tidur.

"Sedangkan korban duduk sambil merokok di dapur," kata Benhardi.

Belum jelas penyebab korban sampai berani mengakhiri hidupnya dengan cara pintas. Namun sang istri mengaku korban pernah mengeluh terlilit hutang.

"Beberapa hari belakangan, korban selalu ditagih uutang oleh adiknya di kampung," ujar Benhardi. (*)

Baca selengkapnya di Harian Tribun Pekanbaru edisi BESOK. Simak lanjutannya di www.tribunpekanbaru.com. Ikuti Video Berita di www.tribunpekanbaru.com/video

FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru dan LIKE Halaman Facebook: Tribun Pekanbaru

Penulis: Fernando Sihombing
Editor: Sesri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved