Sulap Jadi Kolam Besar, Lokasi Galian C Koto Tibun Ramai Dibincangkan di Medsos

Galian C yang terletak di Kilometer 42 Jalan Raya Pekanbaru-Bangkinang Desa Koto Tibun Kecamatan Kampar kembali hangat diperbincangkan

Sulap Jadi Kolam Besar, Lokasi Galian C Koto Tibun Ramai Dibincangkan di Medsos
www.tribunpekanbaru.com

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Nando

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - Penambangan Golongan C (Galian C) yang terletak di Kilometer 42 Jalan Raya Pekanbaru-Bangkinang Desa Koto Tibun Kecamatan Kampar kembali hangat diperbincangkan. Netizen pun melampiaskan kekesalannya terhadap Galian C tersebut di media sosial, Facebook.

Semula, areal yang terletak tepat di pinggir jalan lintas itu menjadi tempat pengerukan pasir dan kerikil. Namun belakangan dicetak menjadi kolam besar berbentuk persegi. Setidaknya ada tiga petak kolam sedalam kurang lebih lima meter.

Lebarnya sekitar 50 meter persegi. Alat berat dan truk tampak masih bekerja mengeruk pasir dari kolam hingga Jumat (24/6/2016). Hal ini menjadi dipertanyakan para netizen.

Aktivitas itu dipertanyakan pertama sekali oleh pemilik akun Facebook atas nama Mahyudin Yusdar, 22 Juni malam lalu. Lewat tulisan dindingnya, ia mempersoalkan kolam terletak di daerah milik jalan (DMJ).

"Menjelang sore tadi, waktu lewat Desa Pulau Tinggi ke arah Pekanbaru, di sebelah kiri terlihatku orang sedang membuat kolam dalam dan besar. Pas di tepi jalan raya. Banyak pula kolamnya itu. Ikan apa kira-kira yang akan diternakkan di situ? Ikan Paus atau Ikan Hiu? Tadi kumelihat sudah ada juga warung di tepi jalan raya itu. Padahal itu kawasan DMJ," tulis Mahyudin dalam Bahasa Ocu.

Tulisan itu ramai mendapat komentar. Seperti pemilik akun Ocu Anton. Disebutkan, "kolam untuk mengubur orang tamak tu, bang".

Mawardi M Zakaria, akun lain, tak ketinggalan berkomentar. "Untuk kandang Buaya itu. Kalau ada orang nakal besok akan dibuang ke dalam kolam itu. Makanya seenak perut mengambil DMJ," celetuknya.

Akun Ridwan Ervandwo Almahera bahkan menuding aktivitas itu ilegal. "Aquari liar itu bos. Sebab tiap malam terus aktivitasnya," tulisnya.

Lainnya, Al Masyhuri pun berceloteh. "Tempat cari makan induk semang anda mungkin itu", sindirnya.

Syukri Ocu, mengungkap kondisi serupa di daerah lain. "Bukan kolam ikan itu. Di Bangkinang Seberang tidak terhitung lagi. Kabarnya tempat beternak buaya. Ngga ikut". (*)

Penulis: Fernando Sihombing
Editor: Sesri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved