Anak Bikin Salah? Ajarkan Dia Terima Konsekuensi

Sikap orangtua yang terlalu membela meski tahu anaknya salah bisa berpengaruh buruk bagi masa depan si anak.

Anak Bikin Salah? Ajarkan Dia Terima Konsekuensi
yogyakarta.tarakanita.or.id
ilustrasi

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Hendra Efivanias

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU-  "Wah, malah diganti lagi! Lama-lama anak saya malah susah belajarnya," keluh Tati kepada seorang rekannya. Warga Jalan Tuah Karya Pekanbaru ini mengeluh karena guru yang biasa mengajar anaknya dipecat. Bahkan, ini guru ketiga yang sudah diberhentikan dalam setahun belakangan.

Kebijakan manajemen salah satu lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) swasta itu menurut Tati tak terlepas dari pengaruh orangtua siswa. "Ada orangtua siswa yang kurang senang dengan cara ngajarnya. Katanya terlalu kasar," ungkap ibu dua anak ini, Jumat (30/6).

Diakui Tati, guru yang diberhentikan itu tergolong tegas. Suaranya pun keras. Tak jarang si guru menegur anak didiknya yang tidak mendengarkan instruksinya. "Suara kerasnya itu sampai ke luar kelas dan didengar orangtua siswa. Jadi ada yang kurang senang," ungkap Tati.

Menurutnya, apa yang dilakukan guru tersebut masih dalam batas kewajaran. Tati juga tak mempermasalahkan sikap tegas si guru. Karena menurutnya, cara yang dilakukan itu demi kebaikan siswa sendiri. Termasuk anaknya. Dengan sikap tegas, anak akan terlatih disiplin dan menghargai gurunya.

Ia menceritakan pengalaman pribadinya yang selalu malu melapor ke orangtua jika dihukum guru di sekolah. Karena kalau dilapor, justru hukuman tambahan yang diberi orangtua. Kondisi ini akhirnya membuat Tati selalu berupaya tak berbuat kesalahan.

"Tapi itu tadi. Nggak semua orangtua siswa senang dengan pola pendidikan yang dia terapkan. Akhirnya, orangtua komplain ke kepala sekolah dan minta guru itu tidak mengajar lagi," ungkap Tati. Padahal, orangtua harusnya jangan membela kalau justru anak yang bikin salah.

Karena terlalu sering berganti-ganti guru, Tati khawatir anaknya sulit mengikuti materi pendidikan di PAUD itu. Terlebih, anak lelakinya sempat sudah cocok dengan seorang guru namun juga diberhentikan oleh manajemen PAUD. "Jadinya anak saya harus menyesuaikan diri lagi dengan guru baru," keluhnya.

Psikolog Klinis Anak, Violetta Hasan Noor berpendapat, sikap orangtua yang terlalu membela meski tahu anaknya salah bisa berpengaruh buruk bagi masa depan si anak. "Anak tidak akan mengubah sikapnya karena merasa selalu didukung oleh orangtuanya," ungkap Violetta.

Jika dibiarkan terus begitu, maka si anak bisa bertindak di luar aturan dan cenderung berperilaku bandel. Karena di saat ia melakukan kesalahan, ada orang yang selalu membelanya.

Halaman
12
Penulis:
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved