Anak Bukan Cucian Di Laundry, Keluarga Harus Terlibat Aktif Dalam Pendidikan

"Anak itu jangan dibentuk seperti mengantarkan cucian ke laundry. Setelah antar, ditinggal, bersih dijemput dan dikotori lagi," kata Adi.

Anak Bukan Cucian Di Laundry, Keluarga Harus Terlibat Aktif Dalam Pendidikan
Foto/Shutterstock
Ilustrasi 

Laporan Afrizal, Wartawan Tribun Pekanbaru

Dulu, kekuatan orangtua adalah kekuasaannya sebagai ayah dan ibu. Saat ini, power mereka adalah diskusi.

INDAH (bukan nama sebenarnya) bingung. Saat teman satu SMP-nya sudah memutuskan ingin melanjutkan ke SMA/SMK mana, remaja belasan tahun ini justru bimbang. Antara mengikuti keinginan sendiri atau kehendak keluarga.

Indah ingin melanjutkan ke SMK Jurusan Tata Boga. Secara passion, ia memang suka memasak. Sementara, orangtua memintanya memilih Jurusan Kecantikan. Alasannya, agar ia bisa membantu kakaknya yang saat ini sudah memiliki usaha tata rias. Setengah terpaksa, Indah harus mengikuti keinginan orangtua, karena bila memutuskan memilih jurusan sendiri, sekolahnya terancam tidak dibiayai.

Indah hanyalah satu dari sekian banyak potret anak di Indonesia. Orangtua lebih banyak memaksakan kehendak pada anak. Pola pendidikan ini biasanya turun temurun serta minimnya pengetahuan orangtua.

Selain zaman yang terus berkembang, menempatkan anak sebagai teman yang perlu didengar mutlak dilakukan. Harus diakui, saat ini tidak setiap orangtua paham bagaimana seharusnya menghadapi anak di usia pendidikan. Selain minimnya pengetahuan, kesibukan akibat pekerjaan serta pola pikir tertutup menjadi sebagian kecil penyebab.

Namun faktor yang tidak kalah penting adalah minimnya komunikasi pendidikan antara anak dengan keluarga. Kurangnya komunikasi pendidikan ini tidak terlepas dari kebiasaan orangtua menyerahkan pendidikan anak mereka sepenuhnya pada sekolah. Padahal di rumah, peran aktif orangtua sangat diperlukan menyokong aktivitas anak dalam pendidikan.

Tidak ingin aktivitas pendidikan sekolah dan rumah timpang, SMP Juara Pekanbaru punya cara sendiri melibatkan keluarga siswa dalam pendidikan berupa Parenting School. Dilaksanakan sebulan sekali, kegiatan yang rutin berlangsung sejak 2014 ini mengharuskan orangtua aktif mendidik anak di rumah.

Caranya, orangtua dikumpulkan secara rutin mendapatkan ilmu tentang cara mendidik anak. Mulai dari seperti apa harusnya keterlibatan orangtua di rumah dalam pendidikan anak, pengetahuan psikologi, hingga berbagai masalah yang dihadapi anak. Orangtua diberikan motivasi agar aktif melibatkan diri dalam pendidikan anak di rumah dengan mendatangkan sejumlah pakar.

Menurut Wakil Kesiswaan SMP Juara Pekanbaru, Adi Hamdani, kegiatan edukasi upaya membangun sinergisitas dan komunikasi antara sekolah dan orangtua. Selain pengetahuan dalam mendidik anak seharusnya di rumah, mereka juga dibimbing langkah yang harus dilakukan.

Halaman
1234
Penulis: Afrizal
Editor: harismanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved