Tahun Ini Bandara SSK II Telah Siap Jadi Embarkasi Antara
Riau siap menjadi embarkasi antara atau embarkasi sementera pada penyelenggaraan ibadah haji 2016.
Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru : Fitrah Aidil Akbar
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Sejumlah fasilitas mulai rampung, Riau siap menjadi embarkasi antara atau embarkasi sementera pada penyelenggaraan ibadah haji 2016.
Hal itu disampaikan oleh Gubernur Riau Ir.H. Arsyadjuliandi Rachman usai menggelar rapat tertutup dengan Direktur Utama (Dirut) PT. Angkasa Pura II Budi Karya Sumadi, dan Walikota Pekanbaru H. Firdaus, MT, Sabtu (2/7/2016).
"Tahun ini sebenarnya sudah embarkasi antara. Tinggal tunggu dari Kementerian Agama. 2017 atau 2018 sudah bisa untuk embarkasi penuh," kata Gubernur.
Embarkasi antara ini dimaksudkan nanti akan menampung jemaah calon haji (JCH) Riau dengan pesawat kecil, yang kemudian akan diterbangkan dan dipindahkan ke pesawat kapasitas besar di Batam.
"Dari sini (Pekanbaru) nantinya akan diberangkatkan dua pesawat kecil ke Batam. Karena embarkasi Riau itu sehari bisa 400 orang, jadi harus dua pesawat. Nah, sampainya di Batam, menunggu sebentar yang tertinggal lalu langsung berangkat lagi," paparnya di Gedung VIP Lancang Kuning Bandara Sultan Syarif Kasim II (SSK II).
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau saat ini masih terus membenahi sejumlah fasilitas untuk menjadi Embarkasi Penuh.
"Yang jangka panjang itu kan untuk kepentingan pertahanan, karena ini juga aka dipakai sebagai Pangkalan Udara," ujarnya.
Demi meringkas waktu pengerjaan, Andi Rachman menambahkan Pemprov Riau terus berkordinasi dengan sejumlah pihak terkait guna percepatan penyelesaian Embarkasi Penuh.
"Setelah Menteri Agama kembali ke Jakarta, keesokan harinya langsung kita ajukan embarkasi penuh. Nanti, kita tinggal tunggu tim Kementerian turun lagi ke sini," terang Andi Rachman.
Ditambahkan Andi Rachman, untuk memenuhi persyaratan guna embarkasi penuh, sejumlah fasilitas masih dikerjakan. Seperti, pemindahan lampu landasan pacu, titik putar pesawat, hingga ketebalan landasan pacu.
Di fasilitas lain juga masih dalam proses berjalan, seperti pembangunan asrama haji.
"Lahannya provinsi yang sediakan sebesar 5,2 hektare. Sertifikat tanahnya sudah dicek langsung oleh Menteri. Yang bangun nanti kementerian agama," ujarnya.
Terpisah, Direktur Utama PT Angkasa Pura II Budi Karya Sumadi usai rapat menilai, Riau dengan jumlah JCH dan peserta umroh setiap tahun yang besar, sudah seharusnya memiliki embarkasi sendiri.
"Tingginya demand (permintaan) haji dan umroh, untuk itu Angkasa Pura II punya program penambahan sejumlah fasilitas pendukung," ucap Budi.
Kedatangannya ke Pekanbaru dalam rangka koordinasi dengan Pemprov Riau, dan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, karena sejumlah pekerjaan masih terkendala disebabkan pembebasan lahan.
"Kita sedang fokus pada landasan pacu yang 2600 meter, termasuk juga pemindahan lampunya, namun beberapa tanah harus dibebaskan dulu" ujarnya.
Walikota Pekanbaru Firdaus, MT saat ditanyai peran Pemko pada program embarkasi tersebut, mengatakan akan terlibat pada hal-hal teknis seperti pembebasan lahan dan pembangunan terowongan. Menurutnya, dengan selesainya proyek pengembangan Bandara tersebut akan dapat difungsikan pada berbagai macam kegiatan.
"Nanti sudah bisa setara dengan Kuala Namu. Juga bisa diselenggarakan latihan militer bersama antar negara," terangnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/peningkatan-penumpang-di-bandara-ssk-ii-pasca-libur_20160327_172224.jpg)