Diprotes, Iklan Layanan BPJS Bergambar Tengkorak Berpakaian Dokter

Persoalan menjadi runcing lantaran dalam komik itu sang dokter seolah menjadi pusat yang harus melakukan sosialisasi

Diprotes, Iklan Layanan BPJS Bergambar Tengkorak Berpakaian Dokter
KOMPAS.com/Dani Julius
Sebuah iklan layanan masyarakat tentang layanan pada sakit apa saja yang tidak mendapat jaminan BPJS Kesehatan, menuai protes. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BALIKPAPAN – Sebuah iklan layanan masyarakat tentang layanan pada sakit apa saja yang tidak mendapat jaminan BPJS Kesehatan, menuai protes dari Ikatan Dokter Indonesia Kalimantan Selatan.

Timboel Siregar, Koordinator Advokasi BPJS Watch, mencatat ada dua hal dalam iklan tersebut yang menuai protes.

Pertama, komik itu menggambarkan si dokter dalam tampilan bukan manusia tetapi tengkorak lengkap dengan baju putih yang dipakainya. Tengkorak itu dinilai sebagai dokter lantaran si pasien memanggil ‘Dok’, sebutan singkat bagi dokter pada umumnya.

“Persoalannya adalah dokter ditokohkan sebagai tengkorak. Dari diskusi juga dengan teman dokter, iklan itu kenapa harus tengkorak, bukan manusia biasa saja yang wajar,” kata Timboel saat dihubungi via telepon, Selasa (5/7/2016).

Persoalan menjadi runcing lantaran dalam komik itu sang dokter seolah menjadi pusat yang harus melakukan sosialisasi apa yang bisa dan tidak menjadi tanggungan asuransi. Dalam komik itu, si dokter mengatakan bahwa bila sakit luka bakar akibat hobi berbahaya maka biaya pengobatannya tak dijamin BPJS.

Kaum kontra beranggapan, BPJS yang seharusnya sentral sosialisasi belasan layanan kesehatan yang tidak dijamin oleh BPJS Kesehatan itu sendiri, termasuk gangguan kesehatan akibat sengaja meyakiti diri sendiri atau akibat melakukan hobi yang membahayakan diri sendiri itu.

Iklan itu dikemas bentuk komik terbit di halaman 2 harian Banjarmasin Post pada 4 Juli 2016 dan beredar di seluruh Kalsel hingga sebagian Kalimantan Tengah.

Dalam komik itu, seorang anak menderita luka bakar akibat bermain petasan. Dia diantar sang ayah ke rumah sakit, namun asuransi tidak menjamin pelayanan kesehatan gratis untuk sang anak.

Dokter menyampaikan, si anak dianggap pasien umum dan bakal dikenai biaya sesuai tarif pasien umum.

“Maksudnya sebenarnya baik, yakni ada sakit yang layanannya tidak mendapat jaminan BPJS Kesehatan, di antaranya terkait hobi berbahaya. Seperti main petasan ini,” kata Timboel

Halaman
12
Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved