Sabtu, 18 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Ekspedisi Gunung Tandikek, Komunitas TRU Bertemu Jejak Kaki Harimau

Enam orang anggota Komunitas TRU Pekanbaru melakukan melakukan ekspedisi ke Gunung Tandikek, Sumatera Barat

Penulis: | Editor: Sesri
ist
Komunitas TRU saat ekspedisi Gunung Tandikek Sumatera Barat 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru : Zul Indra

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Enam orang anggota Komunitas TRU Pekanbaru melakukan melakukan ekspedisi ke Gunung Tandikek, Sumatera Barat bersama satu orang warga lokal.

Pendakian gunung tersebut dilakukan pada tanggal 11 hingga 13 Juli 2016.Berikut adalah kisah yang diceritakan olehb PIC Kegiatan XPDC MT Tandikek, Andi Tanwir kepada Tribun, Jumat (29/7/2016).

Ia menuturkan perjalanan dimulai dari Pekanbaru pada tanggal 11 Juli 2016. Perjalanan yang kami lalui berenam beserta satu orang ranger, awalnya melalui kebun sayur dan setelah itu mengikuti jalan setapak pada selokan irigasi penduduk yang telah tersemenisasi. 

Mereka terus berjalan dengan carrier masing-masing 75 Liter di pundakPerjalanan ini ada di tandai dengan rambu (R) dan meter perjalanan. Ranger menginfokan jika kami akan menempuh R42 untuk sampai puncak gunung Tandikek. Info tersebut mereka dapatkan disela langkah menanjak melalui perjalanan hutan yg masih perawan dengan pohon- pohon yang tinggi menjulang.

Rambu demi rambu mereka lalui, hinggatiba di R 13 dan R 21 mereka menemukan sesuatu yg memacu adrenalin. Jejak kaki itu masih baru, tercetak sangat jelas di tengah jalan setapak yang basah karena sisa hujan semalam, berukuran cukup besar, kira-kira selebar jengkal orang dewasa luasnya.

Dengan kedalaman sedalam dua ruas jari pada tanah basah. Ya, jejak dengan cetakan kuku runcing tersebut adalah jejak kaki Harimau Sumatera yang biasanya akrab disebut “Inyiak” atau “Ayek” oleh orang Minang, yang bersinonim dengan kata “Nenek” dalam Bahasa Indonesia.

"Kami hanya bisa mengunci mulut kami, karena perjalanan kami masih jauh dan hari semakin siang menjelang sore. Akhirnya tiba di R 25, di sini rasa lelah sudah menumpuk semua di badan kami, karena energi hanya berasal dari sarapan pagi lontong cincang daging di Koto Baru. Hingga akhinya pukul 21.00 WIB kami sampai di puncak ' kisahnya. (*)

Baca selengkapnya di Harian Tribun Pekanbaru edisi BESOK. Simak lanjutannya di www.tribunpekanbaru.com. Ikuti Video Berita di www.tribunpekanbaru.com/video

FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru dan LIKE Halaman Facebook: Tribun Pekanbaru

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved