Terkait Perkantoran Tenayan Raya, Pengamat: Walikota Kurang Sensitif
Pakar Kebijakan Publik dari Universitas Riau Saiman Pakpahan menilai Walikota Pekanbaru kurang sensitif dalam mendengar suara masyarakatnya.
Penulis: Syaiful Misgio | Editor: Sesri
Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru : Syaiful Misgiono
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Walikota Pekanbaru Firdaus dinilai kurang matang dalam melakukan perencanaan pembangunan komplek perkantoran Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru di Kecamatan Tenayan Raya.
Selain tidak matangnya perencaanya pembangunan perkantoran tersebut, pakar Kebijakan Publik dari Universitas Riau Saiman Pakpahan kepada Tribun, Jumat (29/7/2016) juga menilai Walikota Pekanbaru kurang sensitif dalam mendengar suara masyarakatnya.
"Harusnya Walikota Pekanbaru lebih memprioritaskan kebijakan yang bersentuhan dan dibutuhkan publik, ketimbang memindahkan kantor walikota ke Tenayan Raya yang secara langsung tidak berhubungan dengan masyarakat Kota Pekanbaru. Walikota kurang sensitif, dan tidak mau mendengar suara masyarakatnya, mereka cenderung arogan dalam mengorganisasikan pemerintahaan," jelasnya.
Seperti diketahui, proyek multi years pembangunan komplek perkantoran Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru di Kecamatan Tenayan Raya belum jelas kelanjutanya. Mega proyek yang dianggaran hingga Rp 1,4 milliar tersebut berjalan lambat. Pembangunan perkantoran tenayan raya tersebut sudah dimulai sejak Januari 2015, lalu hingga saat ini diklaim Pemko Pekanbaru sudah berjalan 50 persen. (*)
Baca selengkapnya di Harian Tribun Pekanbaru edisi BESOK. Simak lanjutannya di www.tribunpekanbaru.com. Ikuti Video Berita di www.tribunpekanbaru.com/video
FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru dan LIKE Halaman Facebook: Tribun Pekanbaru