Kamis, 9 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Eks Pedagang Plaza Sukaramai Dikenai Beban Sewa

Berdagang di TPS justru menambah pengeluaran operasional para pedagang.

Penulis: Syahrul | Editor: M Iqbal
TRIBUNPEKANBARU.COM/THEO RIZKY
Mendekati bulan puasa suasana Plaza Sukaramai semakin ramai. Seperti yang tampak pada Jumat (27/5/2016). Omzet sejumlah pedagang mulai mengalami peningkatan, terutama saat liburan. Menurut para pedagang, kenaikan tersebut kebanyakan dari pelanggan yang datang dari kabupaten-kabupaten yang membeli secara grosir untuk mengisi toko-toko mereka. (TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY). 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Syahrul Ramadhan

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Nasib eks pedagang Pasar Plaza Sukaramai kian terkatung-katung. Hingga kini, tak ada kejelasan nasib mereka terhadap bangunan Plaza Sukaramai.

Berdagang di Tempat Penampungan Sementara (TPS) dirasa bukan jalan keluar yang efektif bagi sejumlah pedagang. Pasalnya, berdagang di TPS justru menambah pengeluaran operasional para pedagang.

Seorang pedagang bernama Budi mengatakan, sebelum terbakar dirinya adalah pemilik dua kios dalam bangunan Plaza Sukaramai. Namun, di TPS ia hanya diberikan ruang satu kios saja.

"Saya dulu punya dua kios. Tapi di TPS hanya boleh buka satu kios saja. Begitu juga dengan pedagang yang punya tiga kios, mereka hanya boleh pakai dua saja," katanya pada Selasa (23/8/2016).

Ia menjelaskan, tidak ada keterangan yang memuaskan dari manajemen saat memberikan jatah ruang berjualan di TPS. "Waktu kita tanyakan ke manajemen PT Pengelola, mereka hanya bilang sisanya untuk dialihkan pada pedagang lain," papar Budi.

Nasib Budi masih lebih baik daripada pengguna lapak non kios sebelum kebakaran. Saat di TPS, para pedagang yang tak memiliki kios justru diharuskan untuk menyewa bangunan TPS jika ingin tetap berjualan.

Seperti yang dipaparkan oleh Rika, pedagang yang sudah dua tahun berjualan di Pasar Plaza Ramayana ini mengaku, dirinya dikenakan beban sewa hingga Rp. 2 juta per TPS jika ingin berjualan.

Harga sewa itu jauh lebih tinggi daripada yang dibebankan padanya saat masih berjualan di bangunan Plaza Sukaramai. "Dulu saya kena sewa Rp. 10 juta pertahun. Sekarang Rp. 2 juta perbulan. Itu banyak sekali selisihnya," ucapnya.

Menyikapi tingginya harga sewa, ia pun nekat memilih tidak membayar dan tetap berjualan di TPS. Rika menjelaskan, sedikitnya ada sekitar 80 orang pedagang yang dikenakan biaya sewa TPS.

"Yang kayak saya nasibnya ada sekitar 80 orang pedagang. Semuanya kena beban sewa TPS," terang Rika.

Hingga kini, pihak pengelola Pasar Plaza Sukaramai PT MPP belum bisa dihubungi. Humas Plaza Sukaramai Suryanto belum menunjukkan tanda-tanda bisa dimintai keterangan ketika dihubungi melalui jaringan selular pribadinya. (*)

Baca Selengkapnya di Harian Tribun Pekanbaru edisi BESOK. Simak lanjutannya di www.tribunpekanbaru.com. Ikuti Video Berita di www.tribunpekanbaru.com/video

FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru dan LIKE Halaman Facebook: Tribun Pekanbaru

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved