Minggu, 12 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Projo: Kapolri Harus Usut dan Tindak Tegas Penghina Presiden

Menghina adat Danau Toba, Budi menegaskan kembali, adalah penginaan yang kesekian kalinya dari kasus penginaan

Editor:
YOUTUBE
Jokowi terlihat menggunakan penutup kepala menggunakan wig warna blonde, lihat aslinya orang batak mengenakan penutup kepala 

TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - Beredarnya fitnah dan penghinaan terhadap Presiden Jokowi di sosial media soal Danau Toba, dikecam oleh Projo, organisasi garis keras pendukung Jokowi.

"Polri harus bertindak tegas dengan mengusut tuntas pelakunya. Proses hukum harus dilakukan agar sosial media tidak dijadikan ajang menebar fitnah dan kebencian," ujar Budi Arie Setiadi, Ketua Umum Projo, Kamis (25/8/2016).

"Usut tuntas dan tangkap pelakunya. Kalau perlu aktor intelktualnya sekalian," tegasnya.

Menghina adat Danau Toba, Budi menegaskan kembali, adalah penginaan yang kesekian kalinya dari kasus penginaan presiden. Dan permasalahan ini, lanjut Budi, menjadi tantangan bagi Kapolri baru Jenderal Polisi Tito Karnavian.

"Kasus ini harus jadi pelajaran berharga.Demokrasi memerlukan kritik. Demokrasi itu membangun peradaban bangsa. Penghinaan dan fitnah kepada presiden bukan hanya merusak bangunan demokrasi," ujarnya.

" Tapi juga virus dan racun yang serius bagi upaya penguatan kelembagaan politik. Demokrasi hanya tumbuh sehat bila di bangun oleh dinamika dan dialektika ide-ide yang bernas. Bukan fitnah, hujatan dan tebaran kebencian," pungkas Budi. (*)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved