323 Rusa Ditemukan Mati Massal, Diduga Ini Penyebabnya

Ratusan rusa ditemukan mati bersama-sama di suatu area.

323 Rusa Ditemukan Mati Massal, Diduga Ini Penyebabnya
Håvard Kjøntvedt/Statens naturoppsyn/NTB scanpix
Sebanyak 323 rusa ditemukan mati massal di suatu area selatan Hardangervidda, akhir pekan lalu. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Sebanyak 323 rusa ditemukan mati massal di suatu area selatan Hardangervidda, akhir pekan lalu.

Dilansir The Local, petugas dari Norwegian Nature Inspectorate (Statens naturoppsyn-NNI) mengatakan rusa mati bersama-sama dalam posisi berdekatan. Dia mengetahui hal itu saat inspeksi rutin, Jum'at (26/8/2016).

"Mereka terbaring mati di satu area. Rusa kutub adalah hewan yang sering berkumpul bersama. Selama hujan badai, mereka lebih merapat karena takut," kata juru bicara NNI, Knut Nylend pada NTB.

Atas dasar tersebut, diyakini kawanan rusa tersebut mati tersambar petir ketika badai hebat melewati Telemark.

Nylend menemukan hewan-hewan itu di wilayah perburuan swasta di dataran tinggi antara Møsvatn dan Kalhovd di Telemark. Tempat ini juga terpencil dan relatif jauh.

Sejumlah staf NNI terbang ke daerah sulit akses tersebut pada Minggu. Mereka menghitung rusa mati dan mengambil sampel dari tubuh hewan-hewan itu.

"Kami mengirim tim yang terdiri dari delapan orang mengambil sampel untuk dikirim ke Institut Kedokteran Hewan Norwegia. Akan dilakukan penelitian. Sehingga kita akan tahu pasti bagaimana hewan mati," kata Nylend.

Namun yang membingungkan, bagaimana bisa hewan tersebut mati sekaligus dalam jumlah ratusan.

"Kami telah mendengar tentang binatang yang mati disambar petir. Tapi saya tidak ingat pernah mendengar tentang petir yang menewaskan hewan dalam skala sebesar ini sebelumnya. Kami tidak tahu apakah itu hanya satu sambaran petir atau lebih, itu hanya spekulasi," tambahnya.

Belum dipastikan apakah bangkai-bangkai rusa itu akan dibiarkan.

Sekitar 10.000 rusa bermigrasi ke area seluas 8.000 kilometer persegi di Hardangervidda. Nylend mengatakan binatang itu pemalu dan selalu berkelompok membentuk kawanan besar atau kecil, tergantung pada cuaca. Musim berburu dimulai pada tanggal 20 Agustus dan ini juga mempengaruhi migrasi rusa.

Penulis: Ariestia
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved