Mukidi dan Perbankan
Dengan demikian melalui prinsip 4 hal tersebut, dapat ditebak, tidak ada tempat sebenarnya membahas Mukidi di perbankan.
Oleh: DR. H. Irvandi Gustari
Direktur Utama PT Bank Riau Kepri
BILA kita membahas dari sisi keilmuan komunikasi massa terkait tokoh Viral maka tokoh Viral seperti Mukidi yang sedang naik daun dan muncul jadi bahan diskusi atau bahan olok-olokan atau bahan guyonan di berbagai media sosial, sebenarnya tidak ada yang aneh dan tidak ada juga istimewanya.
Rasanya kita tidak perlu sediakan waktu membahas terlalu panjang lebar tentang asal muasal cerita si Mukidi ini dan kenapa bisa muncul tokoh viral ini dan kenapa latar belakang bisa jadi popular.
Dalam keilmuan komunikasi massa dan dikaitkan keilmuan komunikasi massa maka sesuatu yang lumrah dan sesuatu hal yang biasa ada yang nyeleneh secara tidak sengaja dimunculkan dan malah menjadi topik bersama untuk dibahas secara bersama-sama oleh berbagai pihak tanpa adanya kesepakatan terlebih dahulu, bilamana para pihak tersebut sudah merasa jenuh dengan topik topik bahasan yang sedang berkembang di masyarakat baik melalui media massa atau media lainnya.
Bisa jadi uraian yang dijelaskan diatas menjadi benar dan valid, sebab saat ini diduga masyarakat terkesan jenuh dengan berbagai berita politik yang seperti adanya menteri yang baru dilantik dan seketika pula di copot dan lalu dibahas panjang lebar, dan selalu tidak ada solusi.
Ada juga berita tentang krisis ekonomi dan defisitnya anggaran, lalu jadi polemik yang berkepanjangan dan pada akhirnya sudah ditebak masyarakat, dimana tidak ada solusinya.
Ada juga berita tentang gossip artis, namun masyarakat sudah mulai pintar dan sudah bisa menebak bahwa pada akhirnya diketahui isu tentang artis adalah sesuatu yang sengaja di “setting” atau rekayasa dalam kaitan untuk menaikan rating si artis tersebut, dan berita –berita seperti ini menjadi masyarakat banyak merasa jenuh dan tidak begitu tertarik lagi untuk menjadikannya topik bahasan yang hangat berkepanjangan.
Dalam situasi seperti yang dijelaskan diatas, lagi bila kita membahas keilmuan komunikasi massa dan psikologi massa, lalu muncul tokoh lain yang nyeleneh, maka akan selalu menjadi bahasan menarik dan bahkan semua topik bahasan dalam lika liku kehidupan harian, akan selalu dikaitkan dengan tokoh itu dengan tujuan sebenarnya sebagai bagian dari kejenuhan itu sendiri.
Mukidi bukanlah tokoh baru dan bukanlah yang kita bayangkan sebagai orang yang lugu dan masih bersih dari berbagai kontaminasi moral dari perkotaan, namun bukan tidak mungkin, bisa saja karena adanya kejenuhan dari sisi kemasyarakatan tentang isu yang selalu tidak ada solusinya dan ada kecenderungan mengarah kepada kemunafikan, maka tokoh mukidi dipersepsikanlah sebagai tokoh yang lugu dan belum terkontaminasi dengan moral yang telah terpolusi di kota –kota besar, sehingga saat membahas mukidi, yang terbayang adalah sesuatu yang ringan dan lucu dan lugu dan membahasnya tanpa ada beban.
Dalam dunia perbankan yang begitu ketat dengan aturan secara rigid diatur oleh para regulator seperti Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia dan Kementrian Keuangan dan lainnya, sebenarnya tidak ada tempat untuk si Mukidi ini. Aturan perbankan yang sangat banyak dan ketat ini tentunya tidak perlu kita bahas satu persatu dalam bahasan artikel ini.
Namun prinsip dasar perbankan itu dikenal dengan 4 prinsip dasar yaitu 1) Prudent atau lebih dikenal dengan prinsip kehati-hatian, 2) Confidential, atau lebih dikenal dengan mengutamakan aspek kerahasiaan nasabah, dan 3) Well Planned atau dalam bahasa praktisnya adalah penerapan perencanaan yang matang dan baik serta struktur dalam pengelolaan bank, dan yang terakhir atau ke 4) KYC atau Know Your Customer, secara singkatnya bermakna bahwa insan perbankan harus memahami dan mengenal nasabahnya dalam berurusan dengan bank.
Dengan demikian melalui prinsip 4 hal tersebut, dapat ditebak, tidak ada tempat sebenarnya membahas Mukidi di perbankan. Dengan demikian, karena tidak begitu penting untuk dibahas, kita juga sebenarnya sudah terlalu jauh membahas tentang tokoh viral si Mukidi ini. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/direktur-utama-bank-riau-kepri-irvandi-gustari-1_20160422_091810.jpg)