Sepertiga Populasi Australia Hindari Dokter Gigi Karena Alasan Biaya

Sebanyak 44% dari warga yang tak berasuransi menghindari janji dengan dokter gigi sama sekali.

Sepertiga Populasi Australia Hindari Dokter Gigi Karena Alasan Biaya
Tribunjogja.com/Septiandri Mandariana
Mediglow adalah sebuah alat penerangan jenis LED, yang dipakai dijari dan setelah itu dibalut oleh sarung tangan medis agar tetap steril, agar mempermudah tenaga medis atau dokter dalam melakukan pemeriksaan gigi serta rongga mulut. Alat itu ditemukan oleh lima mahasiswa UGM. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Laporan kesehatan terbaru di Australia menunjukkan bahwa hampir sepertiga warga di sana menunda atau menghindari pergi ke dokter gigi sama sekali karena biaya.

Laporan yang diterbitkan Institut Kesehatan dan Kesejahteraan Australia menemukan bahwa warga yang telah mengunjungi dokter gigi dalam 12 bulan sebelumnya, 20% dari mereka tak melanjutkan pengobatan yang dianjurkan karena masalah biaya.

Sebanyak 44% dari warga yang tak berasuransi menghindari janji dengan dokter gigi sama sekali.

Dan bahkan warga dengan asuransi kesehatan swasta juga menundanya, dengan 20% di antaranya mengatakan mereka menghindari biaya kontrol dokter gigi.

Pendidikan tentang kesehatan mulut di Australia telah meningkat secara signifikan.

Biaya modal dan tenaga kerja yang tinggi disebut sebagai penyebab

Dokter gigi asal Perth, Anish Shah, mengatakan, meski ia mengerti banyak orang menghindari perawatan gigi karena mahal, biaya tinggi yang sulit untuk dikurangi.

"Kedokteran gigi sangat lekat dengan teknologi dan proses yang terampil, padat karya dan jadi itu bukan sesuatu yang bisa dikonversi ke situasi pasar di mana harga bisa turun," jelasnya.

Ia menambahkan, "Modal awal untuk membuka praktek begitu signifikan. Total biaya yang pasien harus bayarkan tak hanya meliputi jasa dokter gigi tetapi juga staf resepsi, staf perawat, lisensi dan sewa.”

“Saya menghindarinya selama bertahun-tahun, menahan nyeri, lalu akhirnya suatu hari saya tak tahan lagi dan pergi ke dokter gigi. Beberapa ribu dolar dan empat gigi bungsu saya dicabut dan tak lagi sakit. Ya itu mahal tapi saya lebih suka menderita di kantong daripada di mulut," kata penelepon lainnya. (*)

Editor:
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved