Sabtu, 11 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Walhi: Kalau Pak Jokowi Datang, Mungkin Juga Dihadang

Aksi ini juga termasuk bentuk protes mereka terhadap sejumlah tindakan yang tidak patut dilakukan dalam proses

Penulis: Ilham Yafiz | Editor:
TribunPekanbaru/Melvinas Priananda
Kepala Badan Restorasi Gambut Indonesia, Nazir Foead (baju putih), saat melakukan inspeksi mendadak terhadap pembukaan lahan gambut bersama warga desa Bagan Melibur di areal konsesi perusahaan di Kepulauan Meranti, Senin (5/9/2016), sempat dihadang sejumlah pihak keamanan PT RAPP. Mereka beralasan tim BRG belum mengantongi izin dari perusahaan untuk masuk ke wilayah konsesinya. 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Ilham Yafiz

TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Riau, Rabu (7/9/2016) menggelar aksi simpatik mengritisi perusahaan-perusahaan kehutanan, dan perkebunan yang diduga melakukan pelanggaran pidana dalam menjalankan usahanya.

Aksi ini juga termasuk bentuk protes mereka terhadap sejumlah tindakan yang tidak patut dilakukan dalam proses penegakkan hukum bagi perusahaan yang menolak kehadiran aparatur negara saat melakukan peninjauan langsung atau cek ke areal perusahaan.

"Dengan pencegahan Kepala BRG, menurut kita ada apa dengan penegakkan hukum. Kalau jokowi datang ke lapangan, dikawal dua orang dia juga akan diusir perusahaan, ini kalau kita melihat kejadian kepala BRG Nazier Fuad kemarin," ungkap Deputi Direktur Walhi Riau, Even Sembiring di sela-sela aksi

Sebelumnya, Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG), Nazier Fuad dihadang oleh security PT. RAPP saat melakukan sidak ke areal perusahaan di Kabupaten Meranti. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved