Prostitusi Online

ABG Ini Mengaku Rela 'Jual' Tubuh karena Tuntutan Ekonomi

Korban mengatakan mau saja dijual ke pria hidung belang karena terdesak kebutuhan ekonomi.Umumnya mereka memiliki tingkat pendidikan yang rendah

ABG Ini Mengaku Rela 'Jual' Tubuh karena Tuntutan Ekonomi
Tribun Bali/Net
Ilustrasi PSK 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Dua orang ABG masing-masing berinisial G dan D ikut diamankan dalam pengungkapan aktivitas prostitusi oleh yang dilakukan aparat kepolisian dari Unit Kejatahan dan Kekerasan (Jatanras) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau.

Kedua gadis yang akan ‘dijual’ kepada polisi yang menyamar itu ternyata masih berusia 17 tahun dan 16 tahun.

Mereka mengaku mau saja dijual ke pria hidung belang karena terdesak kebutuhan ekonomi. Umumnya mereka ini memiliki tingkat pendidikan yang rendah.

"Alasannya mereka karena ekonomi. Ini rata-rata warga Pekanbaru. Mereka rata-rata tidak bekerja. Ada yang juga putus sekolah," kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Riau Kombes Pol .Surawan dalam ekspos perkara, Rabu (21/9/2016).

"Mereka dijanjikan uang dalam jumlah besar setiap kali transaksi. Masing-masing hendak dijual seharga Rp 3 juta. Dua juta rupiah untuk muncikari (Edo) dan satu juta rupiah untuk kedua korban," papar Surawan.

Selain mengamankan RT alis Edo sebagai mucikari, dari hasil pengembangan kasus, polisi kemudian menangkap pria berinisial DDS alias Odi (18) dan wanita berinisial N (20). Keduanya juga mucikari.

Lalu kepolisian mengamankan tiga perempuan muda, yang diduga korban perdagangan manusia.

“Ketiganya berinisial W yang berusia 19 tahun, T 18 tahun dan L 19 tahun,” ujar Surawan.

Para tersangka muncikari mengaku baru enam bulan ini menjajakan perempuan-perempuan belia ke pria hidung belang secara online, melalui media sosial.

Mereka akan dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

Pengungkapan prostitusi online ini berawal dari penelusuran Tim Cyber Patrol Subdit III Jatanras Dy Reskrimum Polda Riau pada salah satu akun Facebook.

Akun bernama Alvin Maulana yang berada di wilayah Pekanbaru diketahui menawarkan jasa prostitusi anak dibawah umur.

Dari penelusuran tersebut tim kemudian melakukan penyelidikan dan selanjutnya memancing pelaku dengan memesan dua orang anak dibawah umur, Selasa (20/9/2016) malam.

Polda Riau akan bekerjasama dengan Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) untuk memberikan pendampingan terhadap para korban.

Guna mengantisipasi kasus serupa, Polda Riau akan terus melakukan patroli di dunia maya, terutama di media sosial. ((TRIBUN PEKANBARU CETAK/iam/antara)

Editor: Sesri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved