Sejarah Panjang Kereta Api di Indonesia, Semuanya Berawal dari Daerah Ini

Bicara soal kereta api, Rabu (28/9/2016) hari ini, PT KAI sedang merayakan hari jadi ke-71.

TRIBUN SUMSEL/ABRIANSYAH LIBERTO
Petugas PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) melakukan perawatan kereta api di Stasiun Kertapati, Palembang (1/7/2016). 

Laporan Wartawan TribunTravel.com, Sinta Agustina

TRIBUNPEKANBARU.COM - Kereta api merupakan satu di antara moda transportasi yang menjadi pilihan masyarakat. Selain karena tarifnya yang cukup terjangkau, kereta api dapat mengantar penumpang dengan durasi waktu yang lebih cepat daripada transportasi darat lainnya.

Di Indonesia, kereta api dikelola oleh PT Kereta Api Persero atau PT KAI.

Bicara soal kereta api, Rabu (28/9/2016) hari ini, PT KAI sedang merayakan hari jadi ke-71.

Siapa sangka, kehadiran kereta api di Indonesia ditandai dengan pembangunan jalur kereta api di Desa Kemijen, Kecamatan Semarang Timur, Kabupaten Semarang.

Dikutip TribunTravel.com dari akun Twitter PT KAI, pembangunan jalur kereta api ini dimulai dengan pencangkulan pertama pada 17 Juni 1864.
Pencangkulan pembangunan jalur kereta api dilakukan Gubernur Jenderal Hindia Belanda, LAJ Baron Sloet van den Beele.

Diprakarsai oleh perusahaan kereta api Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NISM), akhirnya jalur kereta api sepanjang 26 km dengan rute Kemijen-Tanggung pun rampung dikerjakan.

Selanjutnya pembangunan jalur kereta api pun bertambah. NISM kemudian membangun jalur kereta api dengan rute Semarang-Surakarta pada 10 Februari 1870.

Dengan rute sepanjang 110 km, jalur tersebut digunakan untuk pengangkutan hasil bumi, di antaranya kopi, tembakau, teh, gula, dan lainnya.

Selain di Pulau Jawa, jalur kereta api juga dibangun di Banda Aceh (1874), Sumatera Utara (1886), Sumatera Barat (1891), Sumatera Selatan (1914), dan Sulawesi Selatan (1922).

Halaman
12
Editor: Sesri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved