Breaking News:

JPRR: Pasangan Calon Harus Komitmen Buka-bukan Asal Muasal Dana Kampanye

Dikatakannya, tidak adanya batasan dana yang dikeluarkan oleh peserta Pilkada (pasangan calon dan partai politik) serta

Editor:
foto/net
Ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - ‎Meskipun belum ditetapkan oleh KPU, setiap penerimaan dan pengeluaran pasangan calon diwajibkan untuk tetap dicatat dan dilaporkan secara jujur dalam Laporan Awal Dana Kampanye (LADK).

"Penggalangan dana dalam bentuk uang, barang ataupun jasa harus menyertakan keterangan secara jelas nama, alamat, identitas dan asal muasal dana tersebut," kata Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPRR), Masykurudin Hafidz, ‎melalui pesan singkatnya, Sabtu (1/10/2016).

‎Masykurudin menilai, pengalaman Pilkada serentak pertama membuktikan, faktor besar kecilnya dana kampanye berpengaruh besar terhadap elektabilitas dan kemenangan pasangan calon.

Dikatakannya, tidak adanya batasan dana yang dikeluarkan oleh peserta Pilkada (pasangan calon dan partai politik) serta batasan sumbangan pihak lain yang cukup besar menjadi faktor utama dalam kemampuan mempengaruhi masyarakat pemilih.

Dirinya menegaskan, kunci dalam menerapkan Pilkada yang adil bukan hanya menfasilitasi biaya kampanye melalui KPU, tetapi juga dari komitmen pasangan calon untuk membuka seluruh dana kampanyenya baik penerimaan maupun pengeluaran.

"Komitmen ini diawali dengan sedini mungkin mencatat dengan baik segala bentuk pemasukan dan biaya yang dikeluarkan yang akan dilaporkan secara periodik kepada KPU," tuturnya. (*)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved