Sabtu, 18 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Masih Ingat Utusan Tuhan Yeng Menghebohkan di Pekalongan? Ini Kondisinya Sekarang

Berbagai pihak berusaha menyadarkan kembali Sri Hartati agar bertaubat dan kembali ke ajaran Islam yang benar.

Editor: Sesri
Dok Polres Pekalongan
Kasat Intelkam Polres Pekalongan, AKP GN Simatupang (kiri), dan Sri Hartati (kanan) di kediamannya. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Raka F Pujangga

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKALONGAN -- Masih ingat penulis Alkitab Na'sum yang menghebohkan pada bulan Juli 2016 lalu di Kabupaten Pekalongan.

Wanita bernama, Sri Hartati, warga Karangdadap, Kabupaten Pekalongan itu mengaku utusan Tuhan dan mendapatkan wahyu yang ditulisnya dalam sebuah kitab yang diberi nama Alkitab Na'sum.

Pada saat itu dari MUI, Kemenag, Polres, tokoh Agama dan pihak Kecamatan serta aparatur desa bertindak cepat untuk mencegah berkembangnya ajaran dari Al Kitab Na'sum tersebut.

Berbagai pihak berusaha menyadarkan kembali Sri Hartati agar bertaubat dan kembali ke ajaran Islam yang benar.

Usaha tersebut berhasil, kemudian melaksanakan pertaubatan di Masjid Al Muhtarom Kajen yang dipimpin Ketua MUI Kabupaten Pekalongan.

Nah, kali ini Kasat Intelkam Polres Pekalongan AKP GN Simatupang berupaya menjalin silaturahmi dengan Sri Hartati yang bertujuan memberi semangat agar tidak merasa terkucilkan di wilayah tempat tinggalnya.

Bahkan, Sri Hartati yang dulu sempat dikucilkan karena dianggap memiliki ajaran sesat. Kini sudah dapat berbaur dengan masyarakat.

"Kami melaksanakan silaturahmi ke rumah Sri Hartati pascapertaubatan, dia sudah bisa berbaur dengan masyarakat dan tetangga sekitar sehingga hal tersebut sangat positif," kata dia, Sabtu (1/10/2016).

Kasat Intelkam menambahkan, kegiatan ini juga merupakan perintah dari Kapolres Pekalongan agar tetap memonitor setiap permasalahan yang sudah selesai, sehingga benar-benar tercipta rasa aman di masyarakat.

"Kapolres kemarin memerintahkan kami agar memonitor bagaimana perkembangan situasi pasca pertaubatan Sri Hartati," kata dia.

Kegiatan silaturahmi itu, sekaligus untuk mengantisipasi perkembangan ajaran yang menyesatkan masyarakat.

Terlebih saat kasus Gatot Brajamusti dan Dimas Kanjen yang telah ditetapkan menjadi tersangka. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved