Jembatan Enok Masih Terbengkalai, Dewan Nilai Dinas Bina Marga Inhil Setengah Hati
Edy Hariyanto Sindrang menilai pembangunan Enok tidak dilaksanakan sepenuh hati oleh Dinas Bina Marga yang terdahulu maupun yang saat ini.
Penulis: T. Muhammad Fadhli | Editor: M Iqbal
Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru : T.Muhammad Fadhli.
TRIBUNPEKANBARU.COM, TEMBILAHAN – Carut marut pembangunan Jembatan Enok terjadi setelah adanya penyalahgunaan anggaran oleh oknum tertentu yang merugikan negara mencapai Rp 44 miliar yang sampai hari ini kasus hukumnya terus berjalan.
Kasus hukum ini tentu saja memperburuk keadaan dan membuat pengerjaan jembatan yang seharusnya menjadi harapan masyarakat setempat kini harus dihentikan.
Sejak mulai dikerjakan beberapa tahun yang lalu, jembatan tersebut hingga kini tak kunjung dilanjutkan dan kondisinya terbengkalai begitu saja, dewan pun menilai pembangunannya tak sepenuh hati.
Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Edy Hariyanto Sindrang menilai pembangunan Enok tidak dilaksanakan sepenuh hati oleh Dinas Bina Marga yang terdahulu maupun yang saat ini.
Karena sudah berkali - kali berganti kepala, namun belum ada kejelasan kapan jembatan Enok kembali dilanjutkan.
“Anggaran Rp.15 Miliar yang dialokasikan terlalu kecil dan itu sampai di mana. Jika Enok tidak dianggap sebagai bagian dari Indragiri Hilir, kami siap berdiri sendiri dan mencari bantuan ke lain," tegas Politisi Golkar tersebut di Tembilahan, Selasa (4/10).
Edy meminta dinas terkait jangan hanya diam menunggu. Menurutnya harus ada usaha untuk mencari solusi, sembari menunggu proses hukum selesai nantinya.(*)
Baca Selengkapnya di Harian Tribun Pekanbaru edisi BESOK. Simak lanjutannya di www.tribunpekanbaru.com. Ikuti Video Berita di www.tribunpekanbaru.com/video
FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru dan LIKE Halaman Facebook: Tribun Pekanbaru
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/jembatan-enok_20161004_170755.jpg)