Tak Mau Seperti Pasar Kodim, Fraksi Hanura Tolak Pembangunan Hotel dan Apartemen di Sukaramai

Dibangunnya hotel dan apartemen di kawasan Plaza Sukaramai tersebut, menambah luka perasaan para pedagang.

TribunPekanbaru/FitrahAidilAkbar
Tenda biru bazar sepanjang kurang lebih 75 meter berdiri di depan Plaza Sukaramai 

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Syafruddin

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Rencana Pemko Pekanbaru melalui pihak ketiga, akan membangun hotel 12 lantai dan apartemen di Plaza Sukaramai Pekanbaru, terus mendapat kritikan dari kalangan dewan. Kali ini, giliran Ketua Fraksi Hanura DPRD Pekanbaru Darnil SH, yang menentang program tersebut.

Menurutnya, dengan akan dibangunnya hotel dan apartemen di kawasan Plaza Sukaramai tersebut, menambah luka perasaan para pedagang. Sebab, hingga kini keberadaan mereka seperti tidak dihiraukan pemerintah.

Buktinya, setelah kebakaran Plaza Sukaramai beberapa bulan lalu, hingga kini progres renovasinya semakin tak jelas. Sementara pedagang yang berada di tempat penampungan sementara (TPS), semakin sulit. Mulai dari sewa kios dinaikkan, listrik diputus dan sebagainya.

"Harusnya Pemko bersama PT MPP selaku pengelola, memprioritaskan renovasi gedung ini. Tidak justru membuat program khayalan tersebut. Ini jika memang benar mau direnovasi. Kalau memang membangun hotel, jelas kami tentang," tegasnya, Selasa (4/10/2016) kepada Tribunpekanbaru.com.

Disebutkannya, meski tanah di kawasan Plaza Sukaramai merupakan aset pemerintah, tapi pemerintah juga tidak semena-mena membuat program. Karena di situ ada ratusan, bahkan ribuan orang yang menggantungkan hidupnya dari berdagang.

Jika nanti dijadikan hotel dan apartemen, di mana posisi pas pedagang tersebut bisa berjualan. Bahkan pernyataan Walikota Firdaus yang menyebutkan, tempat para pedagang tetap akan disiapkan, masih menjadi tanda tanya besar bagi semua kalangan pedagang.

Sebab, sudah ada contoh sahih, bahwa pasar modern yang dibangun Pemko Pekanbaru melalui pihak ketiga, membuat pedagang menengah ke bawah, makin tersingkirkan, seperti Pasar Kodim. (*)

Baca Selengkapnya di Harian Tribun Pekanbaru edisi BESOK. Simak lanjutannya di www.tribunpekanbaru.com. Ikuti Video Berita di www.tribunpekanbaru.com/video

FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru dan LIKE Halaman Facebook: Tribun Pekanbaru

Penulis: Syafruddin Mirohi
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved