Jumat, 24 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Pedagang Pasar Lima Puluh Mengeluh Lagi, 6 Bulan Masih Sepi Pembeli

Persoalan ini, harus dicarikan solusinya. Kenapa selalu sepi, tentu ada penyebabnya. Harapannya ada terobosan jitu oleh SKPD terkait.

Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: M Iqbal
Tribun Pekanbaru/Melvinas Priananda
Aktifitas Pasar Lima Puluh - Warga berjalan diantara deretan bangunan kios di Pasar Lima Puluh Jalan Sultan Syarif Kasim Pekanbaru Pekanbaru, Rabu (27/4/2016). 

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Syafruddin

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Para pedagang Pasar Lima Puluh Kota Pekanbaru, kini mengeluh. Sebab, sejak pasar tersebut dibangun permanen pada April lalu, hingga kini aktivitas jual beli sangat sepi. Hampir dalam seminggu, hanya dua hari saja terlihat ada aktivitas jual beli. Selebihnya, sepi pembeli.

Seperti diketahui, Pasar Lima Puluh direhab tahun 2015 lalu, dengan menggunakan dana APBN Rp 10 miliar. Rehab tersebut dilakukan, untuk memperbagus kondisi pasar secara permanen, termasuk penggantian instalasi listriknya.

Setelah direhab, kini jumlah kios sebanyak 102 kios dan puluhan los. Bahkan pasar tersebut dijuluki dengan sebutan Pasar Budaya. Pedagang berharap, kondisi tersebut tidak berlarut-larut terjadi. Sebab, sudah sekitar 6 bulan pedagang mengaku masih sepi pembeli, sehingga mengakibatkan rugi berjualan di pasar tersebut.

"Memang persoalan ini, harus dicarikan solusinya. Tentunya, kenapa bisa selalu sepi, karena ada penyebabnya. Kita berharap, ada terobosan jitu oleh SKPD teknis, agar jual beli pasar tersebut menggeliat," saran anggota Komisi II DPRD Pekanbaru H Darnil, Kamis (20/10/2016) kepada Tribunpekanbaru.com.

Berdasarkan informasi yang didapatkannya dari UPTD Dinas Pasar Lima Puluh, sepinya pembeli di pasar tersebut, memang tidak terjadi setiap hari. Pengunjung akan ramai pada akhir pekan. Sementara untuk hari Senin, Selasa, Rabu hingga Kamis pasar sepi.

Hebatnya, para pedagang yang didominasi pedagang kebutuhan pokok, grosiran dan eceran, hingga kini masih bertahan berjualan di pasar tersebut. Tentunya, masih ada secercah harapan, bahwa pasar tersebut suatu saat akan ramai dikunjungi pembeli. (*)

Baca Selengkapnya di Harian Tribun Pekanbaru edisi BESOK. Simak lanjutannya di www.tribunpekanbaru.com. Ikuti Video Berita di www.tribunpekanbaru.com/video

FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru dan LIKE Halaman Facebook: Tribun Pekanbaru

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved