Selasa, 28 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Empat Ekor Anjing Liar Selamatkan Bayi dari Ancaman Kematian

Nyawa bayi berusia tujuh hari diselamatkan empat ekor anjing liar di semak-semak.

Penulis: Ariestia | Editor: Ariestia
Ist/Life With Dogs
Ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Nyawa bayi berusia tujuh hari diselamatkan empat ekor anjing liar.

Anjing-anjing liar menjaga bayi tersebut dari serangan gagak.

Dilansir Times of India, Sabtu pagi seorang guru Ulhas Chowdhury melintas di semak belukar dekat kediamannya di Pathadi Para.

Ia sengaja melakukannya sebagai jalan pintas ke sekolah tempat dia mengajar, Manbhum Victoria Institution.

Saat itulah dia mendengar suara rengekan lemah.

Chowdhury pun mencari asal suara. Namun yang ditemukannya empat anjing mengelilingi sesuatu.

Chowdhury segera mendekati anjing-anjing tersebut.

Di antara empat anjing itu ada buntelan berwarna merah jambu.

Ternyata di dalamnya terbaring seorang bayi perempuan mungil yang baru lahir.

Anjing-anjing itu mulai menggoyang-goyangkan ekor mereka. Sesekali menyalak, lalu duduk di sekitar bayi.

Mereka tidak bisa berbuat banyak selain menjaga dan mengusir gagak.

Melihat ada bayi, Chowdhury segera memberi tahu warga setempat.

Penduduk segera mendatangi tempat itu. Tetangga Chowdhury, Parveen Sen, mengambil bayi itu dan memberinya susu.

Si bayi berhenti menangis.

Sedangkan anjing-anjing tidak bubar setelah bayi dibawa masyarakat.

Mereka malah mengikuti penduduk yang membawa bayi itu.

Kepolisian Purulia Sadar memberitahu layanan pertolongan untuk anak-anak mengenai insiden ini.

Bayi kemudian dibawa ke rumah sakit.

Dokter mengatakan bayi berusia tujuh hingga 10 hari. Beratnya 2,8 kilogram.

Ia kini dirawat di unit perawatan khusus bayi baru lahir di rumah sakit.
"Meskipun dia memiliki tanda-tanda penyakit kuning, tidak ada yang perlu ditakutkan," kata Dr Shibshankar Mahato.

Chowdhury memberi nama bayi Sania karena dia diselamatkan pada hari Sabtu (Shanivaar).

Dipankar Sarkar, koordinator distrik Child Helpline mengatakan saat bayi keluar dari rumah sakit, dia akan dibawa ke pusat adopsi yang dikelola negara di Bhatbandh.

"Kalau bukan karena anjing-anjing itu, kita mungkin sudah kehilangan si bayi. Kami semua berterima kasih kepada mereka," kata Chowdhury.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved