Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Berkali-kali Didemo, Djarot Pun Geram dan Ancam Laporkan Pendemo Dirinya ke Bawaslu DKI

Djarot meminta pengunjuk rasa tidak menolak seperti itu. Jika tidak suka, lanjut Djarot, ia meminta masyarakat

Editor:
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto (kiri) menyaksikan Calon Gubernur DKI Jakarta dari PDI Perjuangan Basuki Tjahaja Purnama (tengah), dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat (kanan) menunjukkan draft kontrak politik Ketua saat pengumuman Calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang diusung PDIP untuk Pilkada Serentak 2017 di DPP PDIP, Jakarta, Selasa (20/9/2016). PDIP resmi mengumumkan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang diusungnya untuk Pilkada Serentak 2017 termasuk mengumumkan pasangan Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Syaiful Hidayat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menyatakan bisa melaporkan penolakan para pengunjuk rasa kepada Bawaslu. Hal itu disampaikan Djarot dalam dalam diskusinya dengan pengunjuk rasa di Kedoya Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

"Kalau Bapak menolak atau seperti itu Bapak bisa kami laporkan ke Bawaslu, masuk ranah pidana," kata Djarot kepada tokoh pengunjuk rasa di Kedoya Utara, Rabu (9/11/2016).

Djarot meminta pengunjuk rasa tidak menolak seperti itu. Jika tidak suka, lanjut Djarot, ia meminta masyarakat tidak perlu memilihnya pada saat pemungutan suara 15 Februari 2017.

"Kalau Bapak enggak setuju, nanti tanggal 15 enggak usah dipilih Pak, gitu aja Pak. Enak toh," tuturnya.

"Ini bukan masalah pilkada Pak, ini masalah penistaan agama," kata salah satu pengunjuk rasa menjawab Djarot.

"Kalau masalah penistaan agama ini ada pak polisi, sudah diproses oleh polisi. Gitu lho Pak, kenapa lihat aja Pak. Maaf ya Pak," kata Djarot sambil meninggalkan pria tersebut.

Sebelumnya, kedatangan Djarot mendapat penolakan dari sejumlah orang yang muncul di tengah blusukan Djarot di sekitar Kedoya Utara.

Warga yang menolak bukan dari warga di lokasi yang dikunjungi Djarot di RW 08.

Djarot tidak menghindari para pendemo, melainkan mengajak diskusi di tengah massa berjumlah kurang dari 20 orang itu. (*)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved