Kamis, 23 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Dikutip Uang Sampah Tiap Malam, Pedagang Jalan Tuanku Tambusai Mengeluh 

Ratusan pedagang Jalan Tuanku Tambusai mengeluh, terkait pungutan uang sampah setiap malam.

Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: M Iqbal
www.tribunpekanbaru.com

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Syafruddin

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Ratusan pedagang Jalan Tuanku Tambusai mengeluh, terkait pungutan uang sampah setiap malam. Petugas sampah yang mengaku dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Pekanbaru tersebut, mengutip uang sampah setiap malam Rp 3.000 per pedagang.

Sasarannya, pedagang ampera, kedai kopi tenda dan sejenisnya serta pedagang gerobak. Pedagang juga diberi karcis setelah uangnya dipungut. "Awalnya dulu Rp 2.000. Sekarang diminta Rp 3.000. Kadang datang satu orang kadang dua orang. Pungutan ini sejak ribut masalah sampah beberapa bulan lalu sampai sekarang," kata Uni, pedagang nasi goreng kepada Tribunpekanbaru.com, Senin (14/11/2016) malam lalu.

Siapa nama petugas yang datang dan mengenakan seragam apa, Uni mengaku tidak tahu. Yang pasti, petugas berperawakan tinggi, laki-laki tersebut mewajibkan membayar uang sampah setiap malam. Karena alasannya, sudah ada aturannya.

"Kami juga ragu. Tapi mereka memaksa. Suami saya berkali-kali bertanya kok setiap malam, tapi petugas itu tak jawab. Sampah pun kami yang buang setelah selesai jualan," tuturnya. Uni mengaku, hampir seluruh pedagang di sepanjang Jalan Tuanku Tambusai dipungut oleh petugas tersebut. Pedagang takut ribut, karena disebutkan pungutan resmi. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved