Breaking News:

Dalam Seminggu, Sri Habiskan 5 kg Jangkrik Untuk Membuat Peyek

Usaha peyek jangkrik dimulai sejak tahun 2008 lalu dan kini sudah dipasarkan di Toko Mega Rasa Pekanbaru.

TribunPekanbaru/TheoRizky
Sri Rahayu (75) memperlihatkan Peyek Jangkrik buatannya di kediamannya, Jalan Wonsari Pekanbaru. TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Jangkrik saat ini mungkin terkenal sebagai pakan hewan ternak, burung atau ikan hias, namun ditangan Sri Rahayu (75), hewan jangkrik dapat dikemas dengan sajian yang berbeda.

Karena kesehariannya yang selalu bergelut dengan pengolahan jangkrik tersebut, warga sekitar menyebutnya dengan Bu Sri Jangkrik dan yang terkenal dari masakannya adalah Peyek Jangkrik.

Menurut Sri, usaha peyek jangkrik dimulai sejak tahun 2008 lalu dan kini sudah dipasarkan di Toko Mega Rasa Pekanbaru, "buatnya sama dengan peyek biasa, hanya saja kacang pada peyek ini diganti dengan jangkrik," ujarnya saat ditemui Tribun dikediaman sekaligus tempat pengolahannya Jalan Wonosasi Gg Nasari Pekanbaru.

Dalam seminggu, untuk membuat peyek, Sri membutuhkan 5 kg jangkrik dan dalam seminggu itu juga, ia dapat menjual sekitar 100 bungkus peyek jangkrik dengan harga Rp 10 ribu/bungkusnya dengan berat 1 ons. "Bahkan ada orang dari batam yang memborongnya dan ditiru disana," tambah Sri.

Perkenalan Sri dengan jangkrik dimulai pada tahun 1997, saat berada di Jawa, usaha beternak jangkrik tengah booming dan sering diberitakan sejumlah media, "ada pelatihan beternak jangkrik di hotel berbintang, dan banyak buku tentang jangkrik, lalu saya coba," ujarnya.

Di Pekanbaru, Sri membeli 100 jangkrik jantan dan 300 betina, seiring waktu jangkrik-jangkrik tersebut, bertelur, menetas dan semakin banyak hingga tidak tertampung lagi, berbekal pelatihan di banyak seminar, jangkrik tersebut dikeringkannya di oven dan dikonsumsinya sendiri.

Sempat dipamerkan di Singapura, disana Sri bertemu dengan seorang ahli gizi, dari konsultasi dengan ahli gizi itu ternyata diketahui bahwa jangkrik mempunyai manfaat yang sangat tinggi bagi kesehatan tubuh. Pada tahun 2001 mulailah ia membuat kapsul jangkrik, adapun mafaatnya menurut Sri adalah meningkatkan stamina, kebugaran, mencegah impotensi, meningkatkan penglihatan dan masih banyak lagi, hal ini dibuktikan dengan banyaknya pelanggan yang sudah merasakan langsung manfaat kapsul buatannya. Namun diakui, kapsul tersebut susah dipasarkan karena terganjal dengan belum keluarnya izin edar dari BBPOM hingga sekarang.

Karena itu sejak tahun 2008, ia mulai membuat beraneka macam menu olahan jangkrik yaitu rendang jangkrik, bakso jangkrik, jangkrik goreng tepung dan nuget jangkrik. Terlepas dari rasanya yang enak, tingginya nilai gizi jangkrik, bahkan kandungan proteinnya yang lebih tinggi dari ayam maupun sapi, membuat makanan olahan jangkrik buatan Sri mempunyai tempat tersendiri bagi para pelanggan, peyek buatannya yang telah mengantongi izin industri rumah tangga dari Dinkes Kota Pekanbaru dan MUI juga sudah banyak dibawa oleh dinas-dinas melanglang buana ke berbagai daerah di Indonesia untuk diikutkan dalam sejumlah pameran.

Sri sendiri sudah belasan tahun mengkonsumsi jangkrik dan kebiasaan itu diteruskannya ke cucu-cucu nya, dalam berbagai kesempatan dirinya kerap memberikan edukasi tentang manfaat jangkrik dan berharap agar jangrik secara luas dapat dijadikan obat alternatif yang ramah bagi tubuh, selain itu ia juga berharap produk olahan jangkrik dapat menjadi produk unggulan di Provinsi Riau.(*)

Penulis: Theo Rizky
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved