Pelaku Pengoplos Beras Ditangkap Setelah Konsumen Mengeluh Kualitas Berasnya Jelek

"Tersangka membeli beras Bulog sebanyak 1 ton dan beras Anak Daro kemasan 10 kilogram sebanyak setengah ton," ungkapnya, Minggu (20/11/2016).

Pelaku Pengoplos Beras Ditangkap Setelah Konsumen Mengeluh Kualitas Berasnya Jelek
TRIBUNPEKANBARU.COM/FERNANDO SIHOMBING
Barang bukti dalam kasus beras oplosan yang diamankan Polres Kampar, Sabtu (19/11/2016). 

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Fernando Sihombing

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - Bisnis berkedok pengoplosan ternyata bukan hanya dilakukan pada produk minuman keras saja. Beras juga dioplos. Kepolisian Resor Kampar baru saja mengungkap kasus pidana pengoplosan beras.

Modus pengoplosan ini dengan mencampurkan beras Bulog dengan beras non-subsidi. Bisnis ini dilakoni tersangka DR, 21 tahun, pria yang berasal dari Pangkalan Kabupaten Limapuluh Kota Provinsi Sumatera Barat.

DR diringkus Sabtu (19/11/2016) lalu. Tersangka mengoplos beras di Perumahan Mahkota Riau Desa Tarai Bangun Kecamatan Tambang.‬ Berdasarkan keterangan Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kampar AKP. Bambang Dewanto, tersangka mengoplos berbagai merk beras non-subsidi. Namun yang terbanyak adalah Beras Merk Anak Daro.

Bambang menjelaskan, Anak Daro dicampur dengan Bulog.

"Tersangka membeli beras Bulog sebanyak 1 ton dan beras Anak Daro kemasan 10 kilogram sebanyak setengah ton," ungkapnya, Minggu (20/11/2016).

Menurut pengakuan DR, jelas Bambang, Bulog dan Anak Daro dicampur dengan perbandingan yang sama. Beras oplosan dibersihkan bersamaan dengan pencampuran.

"Dibersihkan dengan cara dikipas saat pencampuran menggunakan alat yang dibuat dan dirancang sendiri oleh pelaku," papar Bambang.‬

Setelah kedua jenis beras dengan kualitas berbeda itu dicampur, pelaku kemudian mengemasnya ke dalam karung merk Anak Daro. Karung merk Anak Daro dicetak sendiri oleh pelaku.

DR tidak sendiri melakoni bisnis ini. Ia ditemani oleh seorang keluarganya yang saat penangkapan sedang berada di Sumatera Barat. Dengan pengoplosan ini, pelaku bisa menjual Anak Daro dengan untung lebih besar.

Halaman
12
Penulis: Fernando Sihombing
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved