27 Arsitek di Riau Ajukan Aplikasi AA Melalui Kemen PU Pera
Workshop yang ditaja oleh pihak kementerian itu menyasar pada pelatihan bagaimana proses pendaftaran sebagai anggota AA.
Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Syahrul Ramadhan
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Direktorat Bina Kompetensi dan Produktifitas Konstruksi Dirjen Bina Konstruksi Kemen PU Pera gelar Sosialisasi Mutual Recognition Arrangement (MRA) On Architectural Services di Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru.
Acara yang dilangsungkan kemarin, Senin (21/11/2016) itu diisi oleh Director National Monitoring Commite AA Indonesia Didi Haryadi, Kepala Subdit Pengembangan Profesi Jasa Konstruksi Kemen PU Pera Anita Tambing dan Chairman Asean Architect Council Tateng K Djajasudarma.
Dalam workshop tersebut, penempatan sengaja dilakukan di Provinsi Riau setelah melihat potensi daerahnya yang berbatasan dengan negeri tetangga dan perkembangan MEA yang dihadapi.
Anita Tambing dalam kegiatan itu mengatakan, merasa senang dengan antusiasme arsitek Riau. Hal ini dibuktikan dengan adanya 27 aplikasi permohonan yang masuk pada Asean Architect (AA).
"Kita berharap, arsitek Riau dapat berperan dan memanfaatkan peran profesinya di negara-negara Asean," kata Anita.
Dijelaskannya juga, bahwa workshop yang ditaja oleh pihak kementerian itu menyasar pada pelatihan bagaimana proses pendaftaran sebagai anggota AA.
Saat ini, katanya, potensi arsitek mengantongi AA sangat dibutuhkan oleh pemerintah Indonesia. "Sedikitnya, pemerintah masih membutuhkan sekitar 500 arsitek dengan lisensi AA. Saat ini, baru terpenuhi sekitar 111," ucapnya.
"Berarti masih ada ratusan kesempatan lagi bagi setiap arsitek yang ingin turut berkontribusi," tambah Anita kemudian.
Disampaikannya juga, hingga saat ini pemerintah Indonesia masih bertanggungjawab terhadap pembiayaan setiap pengajuan AA yang dilakukan.
Namun, dimasa mendatang, hal tersebut akan dilakukan sesuai dengan standar Asean. "Dengan adanya workshop ini kita berharap, agar para arsitek di Riau dapat menggunakan aplikasi pendaftaran dengan benar dan tepat," terangnya.
"Sehingga pengajuan aplikasi yang dilakukan tepat dengan sasaran yang diharapkan," tandasnya.
Terpisah, Ketua IAI Daerah Riau Choirus Subechan didampingi Sekjen IAI Daerah Riau Rio Hamdani mengatakan, pihaknya senang dengan perhatian kementerian tersebut.
Bagaimanapun, perhatian tersebut menjadi bukti bahwa arsitek Riau serius dalam melakukan pengembangan diri guna mendukung program dan kebutuhan pemerintahan pusat di bidang pembangunan arsitektural.
"Kita sangat senang sekali dengan kesempatan ini. Di Riau sendiri, seperti dipaparkan oleh Bu Anita, banyak arsitek yang mengajukan aplikasi AA," katanya.
"Ini menunjukkan, bahwa arsitek di Riau sangat berusaha untuk melakukan pengembangan baik dari segi karir maupun kompetensi dalam mendukung pembangunan arsitektural," pungkas Choirus.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/workshop-arsitek_20161121_202944.jpg)