Dewan Heran Tower Crane Living Word Tak Kunjung Digeser ke Dalam

Keberadaan crane tower tersebut, menganggu keamanan pengendara secara psikologis.

Dewan Heran Tower Crane Living Word Tak Kunjung Digeser ke Dalam
www.tribunpekanbaru.com

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Syafruddin

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Belum dipindahkannya crane tower pembangunan mal dan apartemen Living Word, di simpang Jalan Soekarno Hatta-Tuanku Tambusai (depan SKA) Pekanbaru, menjadi tanda tanya besar kalangan dewan. Terutama ketegasan Disnaker selaku SKPD yang bertanggung jawab, kepada PT 328 Living Word dan kontraktor pelaksana PT Total Bangun Persada.

Sebab, kasus yang sama saat pembangunan Hotel Whiz Star di Jalan Sudirman-Ade Irma Suryani, crane towernya diharuskan pindah, karena melintang di badan jalan raya. Karenanya, kontraktor pelaksana memindahkannya ke dalam kawasan pembangunan.

"Kok ada perbedaan. Seharusnya dalam aturan sama, apapun alasannya. Apalagi dalam hearing kemarin sudah ditegaskan Disnaker dan Satlantas, crane tower tersebut harus pindah. Tapi sampai sekarang kok tidak juga dilakukan Living Word," tegas Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru Roni Amriel, Rabu (23/11/2016) kepada Tribunpekanbaru.com.

Menurut Roni, Disnaker harus mengambil tindakan tegas. Karena berdasarkan laporan Satlantas Polresta Pekanbaru dalam hearing kemarin, keberadaan crane tower tersebut, menganggu keamanan pengendara secara psikologis. Apalagi saat ini cuaca dan angin kencang tak menentu.

Di samping itu juga, jika tidak digesernya ke dalam tower crane itu, ada kesan negatif tebang pilih Disnaker dalam menegakkan aturan. Sehingga ke depan, bisa dijadikan sebagai acuan oleh sejumlah kalangan.

"Harus segera lah (pindah). Kalau alasannya posisi crane untuk dipindahkan tidak ada tempat yang pas, seharusnya ini sudah dipikirkan jauh hari oleh pengembang. Begitu halnya juga dengan pengawasan Disnaker. Kalau dari kita di dewan, sudah berkali-kali mewanti-wantinya," tambah politisi Golkar ini. (*)

Tags
Tower
Crane
Penulis: Syafruddin Mirohi
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved